Ketua MPR Tegaskan Pentingnya Bisnis Friendly begi Pengusaha di Depan Parlemen Singapura

Oleh : Herry Barus | Selasa, 19 November 2019 - 08:00 WIB

Ketua MPR Bambang Soesatyo
Ketua MPR Bambang Soesatyo

INDUSTRY.co.id - Jakarta- - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menekankan stabilitas politik Indonesia yang kini relatif stabil dan kondusif, bisa menarik investor datang ke Indonesia. Terutama dengan dukungan yang kuat dari lembaga legislatif seperti MPR RI, DPR RI, dan DPD RI kepada Presiden Joko Widodo. Stabilitas politik menjadi kunci percepatan akselerasi pembangunan dan peningkatan perekonomian nasional.

"Dukungan kuat legislatif kepada eksekutif tersebut harus ditunjang dengan kinerja Tim Ekonomi Kabinet Indonesia Maju yang fokus mengurus perekonomian yang menyangkut perut rakyat. Sebagai Ketua MPR saya mendorong ‘Rekonsilasi Nasional di Bidang Ekonomi’ dengan membangun iklim usaha yang bisnis friendly dalam rangka mencapai penerimaan pajak sesuai target penerimaan APBN tanpa melakukan peneriksaan. Lebih dari itu, Respon positif dari investor terkait kondisi politik di Indonesia ini harus dimaksimalkan, jangan sampai Tim Ekonomi lengah dan investor yang sudah mau datang malah pergi balik badan ke negara lain," ujar Bamsoet saat menerima Ketua Parlemen Singapura, H.E. Mr. Tan Chuan Jin, di Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Senin (18/11/19).

Turut hadir delegasi parlemen lainnya antara lain Ms. Joan Pereira, Mr. Low Thia Khiang, Mr. Gan Thiam Poh, Mr. Henry Kwek, Mr. Saktiandi Supaat, Mr. Murail Pillai, dan Mr. Jonathan Han, serta Duta Besar Singapura untuk Indonesia Mr. Anil Kumay Nayar.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia yang juga kandidat Ketua Umum Partai Golkar 2019-2024 ini juga menjelaskan, dengan adanya rekonsilasi nasional seperti di Afrika Selatan di era Nelson Mandela, maka akan ada semangat kebersamaan dan gotong royong yang bersifat win-win solusion antara dunia usaha dengan pemerintah dalam menghadapi situasi ekonomi dunia yang semakin memburuk akibat ancaman resesi dan perang dagang antara Amerika Serikat dengan China.

Ketua MPR Bamsoet juga mengajak Parlemen Singapura senantiasa menguatkan ASEAN menjadi sebuah komunitas ekonomi yang solid. Sehingga dalam menghadapi perang dagang Tiongkok - Amerika, negara-negara ASEAN tidak menjadi korban, melainkan menjadi entitas kekuatan yang justru dibutuhkan oleh Tiongkok maupun Amerika.

"World Bank mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) ASEAN di 2018 yang mencapai USD 3,03 triliun, menandakan betapa kuatnya perekonomian ASEAN ditengah perang dagang Tiongkok - Amerika. Jika kita semakin solid dan kuat dalam membangun kerjasama, perang dagang Tiongkok - Amerika yang tak jelas kapan selesainya, niscaya tak akan mengganggu pondasi perekonomian negara-negara ASEAN," tutur Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menjelaskan lebih jauh data World Bank, dengan perolehan PDB Singapura di tahun 2018 mencapai USD 364,139 miliar dan Indonesia USD 1,04 triliun, memperlihatkan betapa kuatnya perekonomian kedua negara. Karenanya, sangat penting bagi Indonesia dan Singapura untuk terus meningkatkan hubungan perekonomian.

"Di tahun 2018, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai perdagangan Indonesia - Singapura mencapai USD 34.354,5 juta, dengan defisit berada di Indonesia mencapai minus USD 8.524,4 juta. Sangat penting bagi Tim Ekonomi Kabinet Indonesia Maju memperhatikan hal ini, agar neraca perdagangan kedua negara bisa relatif seimbang," jelas Bamsoet.

Sebagai penyeimbang neraca perdagangan, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini juga mengajak Singapura terus meningkatkan investasi di Indonesia. Menurut Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi Penanaman Modal Asing (PMA) Singapura di Indonesia pada tahun 2018 mencapai USD 1,7 miliar, atau sekitar 24 persen dari total PMA yang masuk ke Indonesia.

"Hingga kuartal III 2019, nilai investasinya sudah meningkat mencapai USD 1,9 miliar (27,1 persen dari total PMA), dan tetap menjadi peringkat pertama investor di Indonesia. Di 2020, dengan stabilitas politik yang lebih kondusif, kita harapkan investasi tersebut dapat lebih meningkat lagi. Apalagi pemerintah Indonesia dan DPR RI akan mengeluarkan Omnibus Law untuk mempermudah masuknya investor dan meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan nasional," pungkas Bamsoet.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Komandan Puspom TNI Sampaikan Kronologis Kasus Pembunuhan Anggota TNI

Jumat, 03 Juli 2020 - 05:30 WIB

Berikut Kronologis Kasus Pembunuhan Anggota TNI

Komandan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI Mayjen TNI Eddy Rate Muis, S.H., M.H. memberikan keterangan pers kepada awak media terkait pembunuhan anggota TNI yang dilakukan oleh oknum Perwira…

Ketua Umum Apindo Haryadi Sukamdani

Jumat, 03 Juli 2020 - 04:30 WIB

Bisnis Pontang-panting, Pengusaha Butuh Stimulus Modal Kerja Rp 600 Triliun

"Kami hitung bersama dengan Kadin untuk sektor tekstil, transportasi, dan sektor manufaktur lainnya itu membutuhkan bantuan modal usaha sebesar Rp 600 triliun untuk setahun,"

Ketua Kadin Rosan P. Roeslani

Jumat, 03 Juli 2020 - 03:30 WIB

Menghadap OJK, Sejumlah Pengusaha 'Teriak' Pemberian Stimulus Masih Lambat

Otoritas Jas Keuangan memanggil sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia…

 Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani (Foto:jurnas)

Jumat, 03 Juli 2020 - 01:15 WIB

Pengusaha: Berapapun Stimulus yang Diberikan, Kalau Masyarakat Tidak Bergerak, Percuma

Dunia usaha tengah mengalami masalah krusial dalam menumbuhkan permintaan. Hal ini menjadi penting karena berapapun stimulus ekonomi yang disuntikkan tetap percuma jika tidak ada permintaan.

Penerbangan Batik Air Sesuai Protokol Kesehatan

Jumat, 03 Juli 2020 - 00:05 WIB

Gawat! Industri Penerbangan 'Mati Suri', Lion Air Group Rumahkan Ribuan Karyawan

Maskapai Lion Air Group menyampaikan penjelasan sehubungan dengan kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) ribuan karyawan.