Sumbang Rp 1.211 Triliun, Kadin Dorong Pemerintah Ciptakan SDM Unggul di Sektor Industri Kreatif

Oleh : Ridwan | Kamis, 07 November 2019 - 15:02 WIB

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani
Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyelenggarakan dialog nasional ekonomi kreatif untuk memajukan SDM dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi kreatif. Ini mengingat besarnya potensi ekonomi digital Indonesia.

Berdasarkan catatan Kadin, pada 2016 ekonomi kreatif menyumbang Rp 1.000 triliun ke GDP Indonesia, kemudian meningkat Rp 1.105 triliun di 2018. Tahun ini diprediksi kembali naik menjadi Rp 1.211 triliun.

Kadin berpijak pada laporan e-Conomy yang disusun Google, Temasek, dan Bain Company menyebut potensi ekonomi digital Indonesia akan meroket hingga mencapai USD 133 miliar pada tahun 2025. Pertumbuhan itu yang paling pesat di Asia Tenggara.

Untuk itu, Kadin memandang Indonesia perlu memanfaatkan potensi itu secara maksimal dengan mempersiapkan SDM terampil di bidang teknologi dan industri kreatif agar bisa bersaing di level nasional, regional, dan internasional.

"Saat ini jumlah penduduk usia produktif kita begitu besar dan kita harus mempersiapkan mereka agar menjadi SDM yang terampil, siap menjawab tantangan ekonomi digital, bahkan hingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan," ucap Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani dalam pernyataan resminya, Kamis (7/11).

Dalam kesempatan tersebut, Kadin pun akan melakukan penandatanganan MoU dengan berbagai mitra seperti Telkomsel, LinkAja, MASTEL, Indiskop, Agile, Soulfy, SmartFM, dan EndorsMe untuk mewujudkan program mendorong SDM unggul di sektor ekonom kreatif.

"Dengan SDM yang unggul, kita harapkan ekonomi kreatif bisa menjadi kekuatan baru, dan untuk mencapai ini, baik dunia usaha maupun pemerintah tentunya harus bekerja menciptakan terobosan-terobosan yang bisa diterapkan oleh semua pemangku kepentingan," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Kreatif Erik Hidayat.

Tiga sektor unggulan adalah kuliner, fashion, dan kriya. Sementara, film, musik, dan pengembangan aplikasi dan permainan menjadi subsektor prioritas.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Tokio Marine Life Insurance Indonesia mengadakan acara webinar My Turning Point, My New Normal melalui platform Zoom, pada hari ini, Kamis 9 Juli 2020.

Kamis, 09 Juli 2020 - 21:25 WIB

Tokio Marine Life Insurance Indonesia Dorong Masyarakat Bersikap Positif dan Cermat Kelola Keuangan di Era New Normal

Jakarta 09/7/20 – Sejak pandemi COVID-19 merebak awal tahun ini, perlambatan ekonomi pun menjadi tak terelakkan. Sejumlah data yang dipaparkan oleh ekonom, menteri dan juga para pengusaha…

Serahterima KartaNU Cilegon (Doc: BNI Syariah)

Kamis, 09 Juli 2020 - 20:55 WIB

Hore...Kartu Anggota NU Cilegon Berwujud ATM BNI Syariah

BNI Syariah menandatangani kerjasama dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cilegon terkait penerbitan kartu debit co-branding kartu anggota NU (KARTANU) yang bisa digunakan sebagai…

MenkopUKM Teten Masduki saat mengunjungi Dapur Bersama GoFood, di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan

Kamis, 09 Juli 2020 - 19:35 WIB

MenkopUKM Apresiasi Dapur Bersama GoFood Fasilitasi UMKM Naik Kelas

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi dibukanya Layanan Dapur Bersama GoFood yang dianggap selaras dengan visi dan konsep Rumah Produksi Bersama yang digagas oleh KemenkopUKM.

Maria Pauline Lumowa Buronan Pembobol Bank BNI ditangkap Yasonna di Serbia

Kamis, 09 Juli 2020 - 19:18 WIB

17 tahun Buron, Maria Pauline Lumowa Bos PT Gramarindo Group Pembobol Bank BNI Rp1,7 Triliun di Tangkap Yasonna Cs di Serbia

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengungkapkan kepergiannya ke Serbia khusus untuk menyelesaikan ekstradisi buronan pelaku pembobolan Bank BNI senilai Rp1,7 triliun yakni Maria Pauline Lumowa.…

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita (dok INDUSTRY.CO.ID)

Kamis, 09 Juli 2020 - 19:10 WIB

Kiat Menperin Agus Dorong IKM Go Digital

Pemerintah berkomitmen untuk terus membantu sektor industri kecil menengah (IKM) di dalam negeri agar bisa memasarkan produknya secara digital.