Stasiun CNG Tambak Aji Milik PGN Jadi Pionir Distribusi Gas di Jateng

Oleh : Ridwan | Kamis, 03 Oktober 2019 - 16:50 WIB

Pressure Reducing Station (PRS) Tambak Aji, Semarang (Foto: Ridwan/Industry.co.id)
Pressure Reducing Station (PRS) Tambak Aji, Semarang (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Semarang - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus melakukan terobosan untuk memenuhi kebutuhan gas di Jawa Tengah, salah satunya melalui pembangunan infrastruktur compress natural Gas (CNG).

Pembangunan infrastruktur CNG ini merupakan solusi sementara sebelum infrastruktur pipa gas bumi terbangun untuk menghubungkan Jawa Timur sebagai titik pasok dengan Jawa Tengah sebagai titik pasar.

Sekretaris Perusahaan PGN Rahmat Hutama mengatakan, pasokan gas bumi dalam bentuk CNG saat ini sudah tersedia di Stasiun Penurun Tekanan (Pressure Reducing Station/PRS) Tambak Aji. 

"Pasokan gas bumi di stasiun tersebut angkanya memang berada di atas angka konsumsi gas bumi rumah tangga di Semarang, bahkan kenaikan konsumsi masih dalam cakupan volume gas bumi yang tersedia di PRS Tambak Aji," kata Rahmat di Semarang, Kamis (3/10).

Dijelaskan Rahmat, jika di rata-rata hari biasa, gas bumi yang dipasok PGN untuk sektor industri dan rumah tangga di wilayah Semarang sekitar 220.000 - 250.000 meter kubik per bulan. Sedangkan pemakaian rata-rata gas bumi untuk sektor rumah tangga di tahun 2019 sebesar 22.000 meter kubik per bulan atau naik 37 persen dibandingkan tahun 2018.

Lebih lanjut, ia menuturkan, sesuai peran subholding gas, PGN melalui PT Pertagas tengah menyelesaikan jaringan pipa gas transmisi Gresik-Semarang sepanjang 268 kilometer. "Kami yakin pembangunan pipa gas transmisi Gresik-Semarang akan segera rampung, kemudian dilanjutkan dengan pengembangan jaringan pipa distribusi gas. Kami berharap dengan pembangunan infrastruktur ini dapat menyuplai gas untuk industri dengan kapasitas maksimal 400 MMSCFD," tutur Rachmat. 

Pembangunan jalur pipa gas transmisi Gresik-Semarang merupakan tindak lanjut dari eksplorasi gas bumi di Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) Bojonegoro, Jawa Timur. Dengan kapasitas penjualan gas sebesar 192 MMSCFD, produksi gas JTB akan dialirkan melalui pipa Gresik-Semarang. 

Ditambahkan Rahmat, setelah menyelesaikan proyek tersebut, PGN akan membangun pipa distribusi jalur Semarang-Kendal-Ungaran sepanjang 96 kilometer. Jaringan pipa gas ini akan menjamin wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya mendapatkan pasokan gas secara berkelanjutan. 

Ke depannya, harapnya, koneksi infrastruktur gas bumi Trans Jawa akan tersambung sampai Jawa Barat dan Sumatera sehingga akan meningkatkan keandalan pasokan serta perluasan pasar gas bumi untuk utilisasi gas bumi domestik.

"Pembangunan berbagai infrastruktur gas itu menjadi prioritas utama PGN, mengingat semakin besarnya kebutuhan energi yang lebih efisien di berbagai wilayah di Indonesia, terutama untuk daerah-daerah yang selama ini belum terjamah gas bumi dan memiliki potensi ekonomi yang sangat baik untuk pengembangan sektor kelistrikan, industri, transportasi, dan rumah tangga," tutur Rahmat.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pizza Hut NPC (ist)

Jumat, 03 Juli 2020 - 21:17 WIB

Horee, Pizza Hut Indonesia Beda Nasib dengan NPC Pemilik Waralaba di Amerika yang Bangkrut

Pizza Hut Indonesia angkat bicara terkait pengajuan resmi pailit restoran Pizza Hut di Amerika yang dimiliki oleh NPC International Inc.

MenkopUKM Teten Masduki, saat meninjau warung sembako di Gang Bates, Kelurahan Baru, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur

Jumat, 03 Juli 2020 - 21:10 WIB

Lewat Program Belanja di Warung Tetangga, MenkopUKM Bawa Toko Tradisional Saingi Ritel Modern

Program "Belanja di Warung Tetangga" yang diinisiasi Kementerian Koperasi dan UKM bersama BUMN Pangan dan diluncurkan pada medio April 2020 lalu, diyakini mampu membuat warung atau toko tradisional…

Diskusi webinar Bintaro Jaya High Rise (BJHR)

Jumat, 03 Juli 2020 - 19:25 WIB

Bintaro Jaya High Rise Ajak Masyarakat Investasi Properti di Masa Pandemi Covid-19

Ternyata, masa pandemi ini justru menjadi momen emas untuk membeli properti, karena harganya yang cenderung stagnan karena adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Perdagangan saham di IDX (Rizki Meirino/Industry.co.id)

Jumat, 03 Juli 2020 - 19:06 WIB

Penjualan Menurun, PT Saraswati Anugerah Makmur Tbk Cetak Rp260,22 miliar Hingga Maret 2020

Emiten PT Saraswati Anugerah Makmur Tbk (SAMF) catat penjualan Rp260,22 miliar hingga periode 31 Maret 2020 turun dari penjualan Rp353,53 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Suasana konferensi pers virtual Dampak Sosial dan Ekonomi Fintech Lending di Indonesia (Studi Kasus Investree 2017-2019). (Foto: Humas Investree)

Jumat, 03 Juli 2020 - 19:00 WIB

Fintech Lending Berperan Besar untuk Dukung Inklusi Keuangan di Indonesia

Jakarta - Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI), memaparkan hasil riset terbarunya dalam konferensi pers bertajuk ‚ÄúDampak Sosial dan Ekonomi Fintech…