Kementerian PUPR Dorong Pemda Bangun Hunian Vertikal Terintegrasi Pasar Tradisional

Oleh : Hariyanto | Senin, 30 September 2019 - 10:11 WIB

Rumah susun pasar rumput
Rumah susun pasar rumput

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Rusunawa Pasar Rumput saat ini merupakan proyek hunian vertikal terintegrasi pasar tradisional terbesar yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Rusunawa ini dibangun sebanyak tiga tower masing-masing 25 lantai yang terdiri 1.984 unit hunian dan 1.314 unit kios.

"Tinggal di Rusun akan mengubah cara hidup kita. Harus banyak empati agar tinggal di rusun juga nyaman," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melalui keterangan resmi yang diterima INDUSTRY.co.id, Senin (30/9/2019).

Pembangunan Rusunawa dilakukan Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak tahun 2016 lalu. Anggaran pembangunan Rusunawa Pasar Rumput adalah Rp 961,367 Milyar dari dana DIPA Kementerian PUPR. 

“Selama ini banyak dibangun mall dengan apartemen di bagian atasnya. Tentu pasar tradisional juga bisa dibangun Rusunawa di bagian atasnya. Sekaligus modernisasi pasar tradisional dan menyediakan hunian yang layak dan mempermudah akses serta meningkatkan perekonomian bagi masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan,” ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid.

Kelebihan lain dari Rusunawa ini adalah terintegrasi dengan moda transportasi umum yakni Bus Transjakarta. Peresmian Rusunawa ini akan dilakukan tahun ini. “Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan PD Pasar Jaya untuk memindahkan para pedagang yang berada di Tempat Penampungan Sementara ke dalam pasar. Jadi kami bisa segera menyelesaikan penataan _landscape_ taman di bagian depan Rusunawa ini,” kata Khalawi.

Rusunawa Pasar Rumput, imbuh Khalawi, merupakan salah satu pilot project pemanfaatan lahan pasar tradisional yang sangat baik dan menjadi implementasi dari amanat Undang-undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun. Pembangunan hunian vertikal di kawasan perkotaan yang mengusung konsep mixed use dengan pasar tentunya dapat menjadi solusi untuk menyikapi perkembangan perkotaan dan kawasan permukiman yang semakin padat.

“Lantai satu sampai tiga nantinya akan dimanfaatkan sebagai pasar, sedangkan lantai empat keatas akan dimanfaatkan sebagai hunian masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Khalawi juga berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat membangun di lokasi sejumlah pasar tradisional lainnya di Ibukota Jakarta. Khalawi juga mendorong Pemerintah Daerah lainnya juga dapat mengikuti menggunakan konsep hunian vertikal terintegasi dengan pasar khususnya pasar tradisional. Pemanfaatan lahan secara mixed use  juga banyak dilaksanakan di berbagai negara lainnya seperti di Singapura dan Malaysia.  

Perencana pembangunan Rusunawa Pasar Rumput dikerjakan oleh PT Adhikakarsa Pratama dengan kontraktor pelaksana adalah PT. Waskita Karya dan konsultan PT. Ciria Jasa Cipta Mandiri.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direksi Bhinneka Life

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 20:16 WIB

Bhinneka Life Luncurkan Program Save Pro

Jakarta – Perusahaan asuransi jiwa nasional PT Bhinneka Life Indonesia (Bhinneka Life) kembali mewujudkan komitmennya untuk terus berinovasi mengembangkan produk dan layanan melalui peluncuran…

Area Parkiran/ilustrasi

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 15:42 WIB

Potensi Pendapatan Parkir DKI Jakarta Mencapai Rp 2 Triliun

Jakarta-Pertumbuhan kendaraan baru di ibu kota yang kian tak terkendali data Statistik Transportasi DKI Jakarta 2018, mobil penumpang mencatat pertumbuhan tertinggi 6,48% per tahun pada periode…

Ilustrasi Ekspor (Ist)

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 15:02 WIB

Ekspor dan Pupulasi Industri Terus Naik

Nilai ekspor sektor industri mengalami peningkatan setiap tahunnya selama 2015-2018. Pada tahun 2015, tercatat nilai eskpor sektor industri sebesar USD108,6 Miliar, melonjak menjadi USD130 Miliar…

Banyak Perusahaan Enterprise Menjadi Cerdas dengan Bertambahnya Investasi IoT

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 15:00 WIB

Banyak Perusahaan Enterprise Menjadi Cerdas dengan Bertambahnya Investasi IoT

Zebra Technologies Corporation (NASDAQ: ZBRA), inovator yang mendukung perusahaan skala enterprise melalui solusi dan mitra terbaik agar berbagai perusahaan dapat mewujudkan kinerja yang unggul,…

Ilustrasi Blok Migas (Fotos Ist)

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 14:00 WIB

Salah Kaprah Jonan-Archandra Soal Gross Split?

Saat ini sedang berkembang polemik soal Gross Split dalam PSC (Production Sharing Contract) dari yang mulanya Cost Recovery (CS) menjadi Gross Split (GS). Saat ditemui di Jakarta untuk dimintai…