INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Sentul City Tbk (BKSL) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang positif hingga kuartal III-2026. Emiten properti ini membukukan pendapatan sebesar Rp1,2 triliun, melonjak 47,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp837 miliar.

Pertumbuhan pendapatan tersebut turut mendorong peningkatan laba perseroan. Presiden Direktur Sentul City Hiramsyah S Thaib mengatakan, laba perseroan tumbuh 67,5% menjadi Rp124,2 miliar hingga kuartal III-2026, dibandingkan Rp74,2 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

"Pertumbuhan yang impresif ini selaras dengan tingkat profitabilitas perseroan yang tetap terjaga sehat. Hal ini tercermin dari margin laba kotor sebesar 49,3%, margin laba operasi sebesar 26,2%, dan margin laba bersih sebesar 10,1%," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (29/10/2026).

Dari sisi segmen bisnis, kontribusi terbesar pendapatan BKSL masih berasal dari penjualan lahan siap bangun, rumah hunian, ruko, dan apartemen. Segmen tersebut menyumbangkan pendapatan sebesar Rp1,03 triliun.

Sementara itu, pendapatan berulang (recurring income) dari segmen perhotelan, restoran, dan taman hiburan tercatat sebesar Rp132,4 miliar. Kontribusi tersebut berasal antara lain dari The Alana Hotel, Nawana Hotel, Taman Budaya, dan sejumlah unit usaha lainnya.

Adapun segmen pengelolaan kota memberikan sumbangan pendapatan sebesar Rp66,6 miliar. Kinerja ini menunjukkan bahwa BKSL tidak hanya mengandalkan penjualan properti, tetapi juga mulai memperkuat sumber pendapatan berulang melalui pengelolaan ekosistem kawasan.

Sejalan dengan strategi pertumbuhan bisnis, perseroan juga melanjutkan ekspansi portofolio properti di kawasan Sentul City. Pada Oktober 2026, BKSL resmi meluncurkan klaster residensial Uptown Park yang berlokasi di kawasan Central Business District (CBD) Sentul City.

Klaster tersebut dikembangkan di atas lahan seluas 4 hektare dengan total 110 unit rumah. Sebanyak 58% dari keseluruhan area dialokasikan sebagai ruang terbuka untuk mendukung konsep hunian yang lebih privat dan berkelanjutan.

"Sebagai upaya berkesinambungan dalam meningkatkan nilai tambah kawasan bagi penghuni maupun investor, perseroan juga terus melengkapi ekosistem kawasan Sentul City melalui rencana kehadiran sejumlah tenant komersial baru," kata Hiramsyah.

Selain pengembangan produk properti, BKSL tengah memfokuskan inisiatif penataan kembali lanskap kawasan. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan operasional Sentul City agar lebih tertata dan asri.

Hiramsyah mengatakan, perseroan bersyukur atas pencapaian kinerja hingga kuartal ketiga 2026. Ke depan, manajemen akan berupaya mempertahankan pertumbuhan dengan meningkatkan nilai tambah kawasan secara berkelanjutan.

"Kami bersyukur atas pencapaian kinerja perseroan yang solid pada kuartal ketiga tahun ini. Ke depan, fokus utama kami adalah menjaga tren positif ini dengan peningkatan nilai tambah kawasan secara berkelanjutan," ujarnya.

Memasuki kuartal IV-2026, BKSL berkomitmen melanjutkan pengembangan dan penataan kawasan untuk memperkuat daya tarik Sentul City bagi penghuni maupun investor. Perseroan juga akan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap inisiatif bisnis guna menjaga kesehatan keuangan dan stabilitas fundamental perusahaan.