INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) membukukan laba bersih sebesar Rp125,9 miliar hingga kuartal III-2026. Capaian tersebut meningkat 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp114,5 miliar.
Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan perseroan sebesar 8,3 persen menjadi Rp1,71 triliun, dibandingkan Rp1,58 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Direktur Utama Prodia Liana Kuswandi mengatakan, pendapatan kumulatif selama sembilan bulan pertama 2026 menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi momentum bagi perseroan untuk menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
"Pencapaian hingga Kuartal III 2026 menjadi momentum bagi kami untuk mendorong pertumbuhan yang berkualitas," katanya dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, Kamis (29/10/2026).
Liana menjelaskan, kinerja positif Prodia terutama ditopang oleh kontribusi segmen rujukan dokter dan klien korporasi. Perseroan juga mencatatkan peningkatan jumlah kunjungan pelanggan di seluruh segmen bisnis.
Dari sisi operasional, volume pemeriksaan Prodia tumbuh 12,8 persen secara tahunan dengan total lebih dari 15 juta tes hingga September 2026. Peningkatan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong kinerja pendapatan perseroan.
Pertumbuhan volume pemeriksaan juga diarahkan untuk meningkatkan pendapatan per kunjungan sekaligus menjaga kualitas pertumbuhan bisnis. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya Prodia memperkuat posisi di industri layanan diagnostik kesehatan.
Dari sisi profitabilitas, EBITDA perseroan meningkat 9,7 persen menjadi Rp340,2 miliar hingga kuartal III-2026. Pertumbuhan EBITDA tersebut mencerminkan kemampuan perseroan dalam menjaga kinerja operasional di tengah ekspansi bisnis.
Liana mengatakan, Prodia akan melanjutkan penguatan strategi melalui peningkatan keterlibatan pelanggan serta pengembangan layanan pemeriksaan baru.
"Prodia akan terus memperkuat strategi Perseroan melalui peningkatan efektivitas customer engagement untuk mendorong frekuensi kunjungan dan retensi pelanggan, serta mempercepat adopsi tes-tes baru agar dapat memberikan kontribusi optimal terhadap pendapatan," tutur dia.
Sementara itu, dari sisi investasi, Prodia telah merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp57,6 miliar hingga kuartal III-2026. Realisasi tersebut setara dengan 38,4 persen dari anggaran belanja modal perseroan sepanjang tahun ini yang mencapai Rp150 miliar.
Belanja modal tersebut dialokasikan untuk mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan kapasitas layanan. Langkah ini diharapkan dapat menopang pertumbuhan volume pemeriksaan serta memperkuat kemampuan perseroan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.
Dari sisi neraca, total aset Prodia tercatat sebesar Rp2,62 triliun. Liabilitas perseroan naik tipis 0,4 persen menjadi Rp269 miliar, sedangkan total ekuitas tumbuh 1,7 persen menjadi Rp2,35 triliun.