INDUSTRY.co.id - Tangerang — Komitmen PT Dexa Medica Group dalam menjaga standar halal produk farmasi mendapat apresiasi pemerintah. Melalui PT Ferron Par Pharmaceuticals, Dexa Group meraih Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
Ferron meraih penghargaan untuk kategori Perusahaan Industri Besar, Subkategori Farmasi dan Obat Tradisional Terbaik dalam penganugerahan IHYA 2026 di Tangerang, Banten, Kamis (24/9/2026).
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi Dexa Group dalam menerapkan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH). Hingga kini, seluruh fasilitas produksi dan lebih dari 1.800 SKU produk Dexa Group telah tersertifikasi halal.
Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pengembangan industri halal menjadi bagian dari strategi Indonesia untuk meningkatkan daya saing industri nasional sekaligus memperluas akses ke pasar global.
“Sertifikasi itu bukan tujuan akhir. Pelaku industri juga harus memiliki kapasitas produksi yang baik dan akses pasar yang semakin luas, khususnya pasar-pasar internasional,” ujar Agus dalam acara IHYA 2026.
Menurut Menperin Agus, potensi industri halal dunia terus meningkat seiring besarnya konsumsi masyarakat Muslim. Berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report 2025–2026, konsumsi masyarakat Muslim pada enam sektor ekonomi syariah mencapai sekitar 2,6 triliun dollar AS pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi 3,6 triliun dollar AS pada 2029.
Direktur Utama PT Ferron Par Pharmaceuticals, Benny Sutisna Suwarno mengatakan, penghargaan IHYA 2026 menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap upaya Dexa Group membangun industri farmasi yang memenuhi kaidah halal.
“Ini sebagai bukti bahwa Dexa Group menjadi salah satu pionir dalam industri halal, khususnya di industri farmasi,” kata Benny.
Benny menegaskan, penerapan sistem jaminan produk halal di Dexa Group bukan sekadar respons terhadap kewajiban regulasi. Sistem tersebut telah diterapkan secara bertahap sejak 2019.
“Seluruh site dan produk Dexa Group telah memenuhi persyaratan sertifikasi halal. Sehingga ketika implementasi wajib halal memasuki tahap berikutnya pada 2026, bagi kami ini bukan sesuatu yang baru karena sudah kami implementasikan sejak tujuh tahun lalu,” ujarnya.
Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, penerapan standar halal juga mendukung ekspansi produk Dexa Group ke pasar internasional.
Melalui Ferron, sebanyak 16 SKU diekspor secara langsung ke Polandia, Belanda, dan Inggris. Ferron juga memproduksi 105 SKU produk ekspor di fasilitas produksinya di Cikarang.
Konsistensi tersebut membuat aspek halal tidak hanya menjadi sertifikasi, tetapi telah terintegrasi dalam pengelolaan produk dan fasilitas produksi Dexa Group.
Bagi Dexa Group, penerapan SJPH sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing produk farmasi Indonesia di pasar global, terutama di negara dengan populasi Muslim yang membutuhkan kepastian standar halal.