INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) membukukan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Produsen dan distributor alat kesehatan ini mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 26,1% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp1,85 triliun, sekaligus mendorong laba bersih tumbuh 31,6% menjadi Rp336 miliar.
Lonjakan kinerja tersebut ditopang peningkatan volume penjualan sebesar 28,6% YoY menjadi 2,60 miliar unit dari sebelumnya 2,02 miliar unit. Pertumbuhan volume turut memperkuat profitabilitas perseroan di tengah peningkatan efisiensi produksi.
Dalam keterangannya, Senin (2/11/2026), OMED mencatatkan EBITDA sebesar Rp426 miliar, meningkat 34% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp318 miliar. Adapun laba per saham dasar (earning per share/EPS) naik 30,7% menjadi Rp12,29 dari Rp9,4.
Tak hanya pertumbuhan penjualan, perseroan juga berhasil memperbaiki seluruh indikator margin profitabilitas. Margin laba kotor meningkat menjadi 35,5% dari 33,9%, margin EBITDA naik menjadi 23% dari 21,6%, sedangkan margin laba bersih menguat menjadi 18,2% dari 17,4%.
Perbaikan margin laba kotor tersebut mencerminkan peningkatan efisiensi produksi yang berjalan beriringan dengan ekspansi volume penjualan.
Dari sisi portofolio produk, segmen Barang Medis Habis Pakai (Disposables & Consumables) masih menjadi kontributor terbesar dengan penjualan Rp965,9 miliar, tumbuh 33,6% YoY. Sementara itu, segmen Bioteknologi dan Laboratorium mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 51,2% menjadi Rp114,9 miliar.
Segmen Alat Bantu Jalan dan Rehabilitasi (Walking Aids & Rehab) turut mencatatkan pertumbuhan 31,7% menjadi Rp95,1 miliar. Adapun penjualan produk Perawatan Luka (Wound Care) meningkat 26,6% menjadi Rp302,6 miliar.
Ekspansi juga terlihat pada kanal distribusi. Penjualan ritel OMED tumbuh 32% YoY menjadi Rp218 miliar dari Rp165 miliar. Di pasar internasional, penjualan ekspor melonjak 328% secara tahunan dengan Amerika Serikat sebagai pasar utama. Perseroan juga mulai memperluas jangkauan pasar ke Filipina.
Dari sisi neraca, OMED membukukan total aset Rp3,49 triliun dengan liabilitas Rp514 miliar dan ekuitas Rp2,98 triliun. Struktur keuangan perseroan relatif solid dengan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) sebesar 0,17 kali dan rasio utang berbunga terhadap ekuitas sebesar 0,01 kali. Rasio lancar juga tercatat tinggi di level 9,5 kali.
Efisiensi modal kerja turut mengalami perbaikan. Siklus konversi kas (cash conversion cycle/CCC) turun menjadi 179 hari dari 207 hari pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini didukung oleh perbaikan periode penagihan piutang menjadi 47 hari dari 53 hari serta penurunan hari persediaan menjadi 166 hari dari 181 hari. Sementara itu, hari utang usaha meningkat menjadi 33 hari dari 27 hari.
Sejalan dengan pertumbuhan volume penjualan dan efisiensi operasional, OMED menaikkan target pendapatan sepanjang 2026 menjadi sekitar Rp2,5 triliun dari sebelumnya Rp2,3 triliun. Target tersebut mencerminkan pertumbuhan sekitar 21% secara tahunan.
Meski demikian, perseroan tidak mengubah panduan kinerja lainnya. OMED tetap menargetkan margin laba kotor pada kisaran awal 30% serta penjualan ekspor sebesar US$1 juta hingga US$1,5 juta. Peningkatan target pendapatan ini mengindikasikan optimisme manajemen terhadap keberlanjutan pertumbuhan bisnis alat kesehatan hingga akhir tahun.