INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) membukukan penjualan bersih sebesar Rp4,18 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Capaian tersebut tumbuh 6,74% secara tahunan (year-on-year/YoY), seiring dengan peningkatan laba bersih perseroan sebesar 6,65% menjadi Rp874 miliar.
Produsen komponen otomotif ini mampu mempertahankan profitabilitas di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika rantai pasok. Hingga September 2026, SMSM mencatatkan margin laba kotor sebesar 37%, margin laba usaha 28%, serta margin laba bersih 21%.
Dalam keterangan resminya, manajemen SMSM menyebut pertumbuhan kinerja ditopang oleh disiplin pengelolaan biaya, peningkatan efisiensi operasional, serta optimalisasi portofolio produk bernilai tambah.
Kinerja tersebut dicapai di tengah tekanan eksternal berupa ketegangan geopolitik, ketidakpastian kebijakan perdagangan internasional, serta fluktuasi harga energi dan bahan baku yang berpotensi memengaruhi stabilitas rantai pasok industri otomotif global.
“Meski demikian, perseroan mampu mencatatkan pertumbuhan penjualan dan laba berkat ketahanan model bisnis, disiplin operasional, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan usaha,” kata manajemen SMSM.
Dari sisi fundamental keuangan, perseroan juga mencatatkan penguatan neraca. Total aset tumbuh 8,79%, sedangkan total ekuitas meningkat 9,32%. Struktur permodalan tetap terjaga dengan rasio liabilitas terhadap total aset sebesar 17%.
Kondisi likuiditas SMSM juga relatif kuat. Perseroan membukukan rasio lancar (current ratio) sebesar 573%, yang memberikan ruang fleksibilitas keuangan dalam mendukung kebutuhan operasional maupun pengembangan bisnis jangka panjang.
Memasuki sisa tahun 2026, SMSM akan mencermati perkembangan ekonomi global, kebijakan perdagangan internasional, dan dinamika geopolitik yang berpotensi memengaruhi pasar serta rantai pasok. Perseroan juga melanjutkan strategi peningkatan efisiensi operasional, penguatan daya saing, serta pengembangan produk bernilai tambah untuk menjaga profitabilitas.
Untuk tahun buku 2026, SMSM memperkirakan pertumbuhan penjualan bersih dan laba bersih tetap berada pada kisaran satu digit (single-digit growth). Sementara itu, tingkat profitabilitas diproyeksikan tetap sejalan dengan pencapaian tahun buku 2025.
Proyeksi tersebut mencerminkan sikap konservatif perseroan dalam menghadapi ketidakpastian global, sekaligus mempertahankan kinerja keuangan yang stabil dan berkelanjutan.