INDUSTRY.co.id - JAKARTA, Badan Gizi Nasional (BGN) terus membenahi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memperketat pengawasan, menindak pelanggaran, hingga memastikan anggaran digunakan tepat sasaran.
Langkah pembenahan dilakukan untuk menjaga kualitas dan keamanan makanan agar semakin terjaga dan manfaatnya dirasakan untuk mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa.
Tindak Tegas dan Efisiensi Rp 44 Triliun
BGN mencatat 1.288 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditutup karena belum memenuhi syarat higiene dan sanitasi (SLS), serta 353 Kepala SPPG diberhentikan karena pelanggaran berat.
Di sisi anggaran, BGN membatalkan pengadaan LED senilai Rp 535 miliar dan mengembalikan saldo virtual account bermasalah dari 434 SPPG sebesar Rp 311,2 miliar ke kas negara. Insentif yayasan SPPG juga diubah dari Rp 6 juta per hari menjadi Rp 2.000 per porsi.
"Dalam waktu 100 hari ini, kami telah mengefisiensi uang rakyat, totalnya adalah 44 triliun," ujar Kepala BGN Sudaryono.
Hingga 14 Oktober 2026, MBG telah menjangkau 57,80 juta penerima manfaat di 26.563 SPPG. Sebanyak 980 SPPG diaktifkan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).
Target Nol Anak Keracunan dan MBG Prasmanan
Kepala BGN Sudaryono menegaskan target nol insiden keamanan pangan. Upaya dilakukan melalui pengetatan SOP pengolahan dan penyajian makanan serta perluasan MBG prasmanan hingga akhir 2026.
"Tidak boleh ada satu anak pun yang keracunan (mengalami insiden keamanan pangan) itu adalah target kita paling utama," tegas Sudaryono.
"Makanan itu urusannya cuma sama waktu dan suhu, dia bisa lama waktunya asal suhunya terjaga di suhu tertentu sehingga intinya bagaimana mengatur waktu dan mengatur suhu makanan ini SOP kami perketat," lanjutnya.
BGN menargetkan 5.000 sampai 10.000 dapur sudah bisa mengimplementasikan MBG prasmanan sebagai best practice yang dipelajari dari banyak negara, salah satunya Jepang.
"Target saya adalah sampai akhir tahun untuk mengurangi tadi, mengurangi keracunan makanan, makanan rusak, gangguan kesehatan, dan paling dinikmati oleh atau diminati oleh siswa ini. Kami berharap sampai akhir tahun kita bisa implementasi MBG prasmanan ini," katanya.