Petani Diimbau Gunakan Pupuk Sesuai Dosis

Oleh : Herry Barus | Jumat, 27 September 2019 - 08:00 WIB

Pupuk Ilustrasi
Pupuk Ilustrasi

INDUSTRY.co.id - Gresik - Menjelang masa musim tanam Oktober-Maret, PT Petrokimia Gresik yang merupakan salah satu anak usaha PT Pupuk Indonesia, mengimbau petani untuk mengikuti dosis atau rekomendasi pemupukan berimbang 5:3:2.

Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik Yusuf Wibisono mengatakan, untuk satu hektar (ha) sawah dibutuhkan setidaknya 500kg pupuk organik Petroganik, 300kg pupuk NPK Phonska, dan 200kg pupuk Urea. Pemupukan berimbang ini juga menjadi solusi atas pemakaian pupuk yang cenderung berlebihan oleh petani. Sehingga alokasi pupuk bersubsidi yang terbatas dapat lebih efektif dan efisien.

“Pemupukan berimbang sangat kami rekomendasikan karena sudah teruji mampu meningkatkan hasil panen satu hingga dua ton per hektar. Penggunaan pupuk organik juga dimaksudkan untuk menjaga kesuburan tanah dan mengefisienkan penggunaan pupuk anorganik, sehingga tercipta pertanian yang berkelanjutan,” ujar Yusuf.

Yusuf menambahkan, untuk rekomendasi pemupukan secara spesifik, petani diharap bisa mendiskusikannya dengan petugas penyuluh Dinas Pertanian setempat. Selain itu, Petrokimia Gresik juga memiliki Mobil Uji Tanah, yaitu sarana untuk menguji tingkat kesuburan tanah. Petani bisa membawa sample tanahnya dan petugas akan meneliti, menganalisa, serta memberikan rekomendasi pemupukan yang tepat secara lebih spesifik, baik spesifik lokasi maupun komoditi.

“Mobil ini sudah beroperasi sejak 2015 dan bergerak secara mobile di areanya masing-masing. Saat ini jumlahnya sebanyak 4 unit dengan area meliputi Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, NTB dan NTT. Kedepan, jumlah Mobil Uji Tanah akan kami tambah dan perluas wilayah operasionalnya,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana berharap produsen pupuk, distributor, dan seluruh kios resmi meningkatkan sinergi untuk kepentingan petani dan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di seluruh Negeri.

Wijaya mengingatkan bahwa pihaknya tidak ragu untuk menindak tegas distributor dan penyalur pupuk bersubsidi yang kedapatan melakukan kecurangan. Sebab, pupuk bersubsidi merupakan amanat undang-undang yang harus disalurkan sesuai aturan.

“Kami tidak segan menindak tegas para distributor dan penyalur pupuk bersubsidi yang tidak menyalurkan dengan jujur. Kami ingatkan juga bahwa setiap tindakan penyelewengan pupuk bersubsidi dapat dijerat hukuman pidana maksimal 5 tahun penjara,” kata Wijaya Laksana.

Pupuk Indonesia bersama sejumlah pihak terkait seperti Kementerian Pertanian, Pemerintah Daerah dan aparat hukum terus melakukan pengawasan terhadap penyaluran pupuk bersubsidi agar dapat sesuai aturan.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menristek Bambang Brodjonegoro

Kamis, 24 Oktober 2019 - 09:30 WIB

Awal Menjabat, Menristek Bambang Brodjonegoro Fokus Dirikan BRIN

Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro resmi dilantik menjadi Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sejak 23 Oktober 2019, Periode 2019 - 2024…

Sharing Session jelang Indonesia Road Safety Award 2019 yang Berlangsung di Gedung Bapenas, Jakarta (foto: Dok)

Kamis, 24 Oktober 2019 - 08:59 WIB

Sharing Session Jelang Penghargaan IRSA 2019 Angkat Tema Smart City

Indonesia Road Safety Award (IRSA) 2019 bakal kembali digelar untuk ketujuh kalinya. Penghargaan ini diberikan kepada kota dan kabupaten terbaik dalam hal penerapan tata kelola keselamatan jalan.…

Loemongga Haoemasan, Istri Menperin Agus Gumiwang

Kamis, 24 Oktober 2019 - 08:40 WIB

Loemongga Haoemasan, Istri Menperin Agus Gumiwang yang Mirip Marsha Timothy

Sosok sang istri Menteri Perindustian Agus Gumiwang yang cantik, Loemongga Haoemasan menarik perhatian publik.

Hospitality Indonesia Bangkitkan Gairah Pelaku Bisnis Lokal Eksis

Kamis, 24 Oktober 2019 - 08:30 WIB

Hospitality Indonesia Bangkitkan Gairah Pelaku Bisnis Lokal Eksis

Gelaran pameran industri hospitality dan desain satu-satunya di Indonesia, Hospitality Indonesia resmi digelar hari ini, Rabu, 23 Oktober 2019 di Hall A - Jakarta International Expo (JIExpo)…

Para peserta seminar PT Anabatic Digital Raya bertajuk Digitalk berpose seusai acara di Ngalup Coworking Space, Malang, Jawa Timur, Rabu (23/10/2019). (Foto: istimewa)

Kamis, 24 Oktober 2019 - 08:12 WIB

Perkuat Literasi Teknologi Kaum Milenial, Anabatic Digital Raya Gelar Seminar Big Data di Malang

Malang - PT Anabatic Digital Raya, anak usaha PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC), mengadakan seminar bertajuk Digitalk di Ngalup Coworking Space, Malang, Jawa Timur, Rabu (23/10/2019).