INDUSTRY.co.id - Jakarta - Hari ini (27/8) kota Jakarta bersama dengan Novo Nordisk menandatangani kesepakatan untuk tahapan Action Plan dari Program Cities Changing Diabetes (CCD) yang merupakan tahapan kedua setelah pemetaan (mapping) selesai dijalankan.

Advertisement

Sebelumnya pada 24 Agustus 2018, Novo Nordisk menandatangani perjanjian kerja sama program Cities Changing Diabetes (CCD) dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, program ini telah berhasil menyelesaikan tahap pertama yaitu pemetaan, dan menemukan lima masalah pengelolaan diabetes di Jakarta.

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dengan dukungan Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan pemetaan permasalahan diabetes tersebut dengan metode survei ke 10 Puskesmas di lima wilayah di Jakarta.

Advertisement

Sebagai kelanjutannya, Novo Nordisk akan bekerja sama dengan mitra dan beberapa pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi solusi yang tepat dalam menangani diabetes di Jakarta.

"Program CCD bertujuan untuk memetakan masalah, berbagi solusi dan mendorong tindakan nyata untuk melawan munculnya diabetes dan obesitas di Jakarta," ujar Morten Vaupel, VP & GM Novo Nordisk Indonesia di Jakarta, Selasa (27/8).

Advertisement

Setelah satu tahun CCD berjalan, lanjut Morten tahapan pemetaan sudah selesai dilakukan dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, sehingga telah berhasil mengidentifikasi lima permasalahan utama dalam pengelolaan diabetes di Jakarta.

"Selanjutnya, bersama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan didukung PERKENI dan FKUI, kita bisa melanjutkan CCD ke tahap selanjutnya," lanjut Morten.

Advertisement

Lima masalah utama pengelolaan diabetes di Jakarta tersebut yaitu pertama, Jakarta merupakan kota dengan prevalensi diabetes tertinggi di Indonesia dengan jumlah yang terus meningkat namun masih tetap belum terdiagnosis secara maksimal.

Persoalan kedua obesitas menjadi salah satu faktor tingginya angka diabetes di Jakarta. Kemudian Underdiagnosed disebabkan rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai diabetes.

Persoalan keempat dimana fungsi FKTP (Puskesmas) dan POSBINDU sebagai gatekeeper untuk skrining DM masih belum optimal. Serta tata laksana diabetes masih belum optimal, hanya 30% pasien diabetes yang mencapai target glikemik.

Dengan adanya pengerucutan permasalahan yang terjadi saat ini, upaya bersama ini diharapkan mampu mewujudkan kerja sama yang sangat dibutuhkan antara pemangku kepentingan publik dan swasta.

Hal tersebut bertujuan mengimplementasikan solusi jangka panjang untuk mencegah diabetes dan menyediakan pengobatan bagi orang yang hidup dengan diabetes di perkotaan.

Anies Rasyid Baswedan, Ph.D., Gubernur Jakarta mengatakan, dengan selesainya tahap pemetaan ini dari Program CCD, kita sudah dapat gambaran cukup jelas mengenai apa saja masalah utama dalam pengelolaan diabetes di Jakarta.

"Pemerintah DKI Jakarta dengan senang hati akan melanjutkan kerja sama dalam Program CCD ini ke tahap selanjutnya," kata Anies.

Ia yakin bahwa program ini dapat menjadi katalis untuk mempelajari penyakit diabetes, dan secara lanjut bisa menghasilkan regulasi terkait kesehatan khususnya diabetes, demi kota yang lebih sehat. "Saya juga berharap kota-kota lain akan dapat belajar dari pengalaman kami di Kota Jakarta," pungkasnya.