INDUSTRY.co.id - Jakarta- Sudah lama kasus-kasus korupsi yang dilakukan para elite dipetieskan begitu saja. Ini menyebabkan kepercayaan terhadap penegakan hukum di Indonesia menjadi lemah.

Padahal mereka jelas-jelas sudah merampok hak-hak dan memelaratkan rakyat. Sudah lama rakyat menderita karna ulah tamak para elite tersebut.

“Selama ini mereka mencitrakan diri sebagai orang bersih, humanis, toleran dengan menggunakan mesin pencitraan yang dibiayai tidak lain oleh uang rakyat itu sendiri, “Umbu Pariangu/Dosen FISIPOL Undana, Kupang, Kamis (9/3/2017)

Dalam sebuah kesempatan Ketua KPK mengatakan, kalau elite-elite yang disebutkan dalam kasus suap e-KTP itu diproses, maka stabilitas politik negara akan terguncang.

Apanya yang terguncang?  Justru sebaliknya yang terjadi merekalah yang akan 'habis', dan roda pemerintahan di negara ini akan tetap bergulir seperti biasa tanpa orang-orang itu.

Ungkapan KPK ini sangat disayangkan, karnea seolah-olah mau mengistimewakan mereka, para perampok negara itu, padahal mereka sudah lama hanya menjadi beban buat negara.

“Saya harap masyarakat, kekuatan prodemokrasi, harus terus mengawal proses penegakan hukum suap e-KTP yang kini tengah menjerat elite politik nasional, “ jelas Umbu Pariangu lebih lanjut.

Bagi partai-partai yang kadernya disebut terlibat, jangan pura-pura membela, bila perlu jangan sediakan pengacara buat mereka. Partai selama ini dicap miring sama rakyat karna selalu mbalelo dengan kader-kadernya yang korup.

“Kita ingin negara ini tidak takluk oleh para pecundang moral itu,”tegas Umbu