INDUSTRY.co.id, Jakarta - Kawasan industri Tanah Kuning Kalimantan Utara ditetapkan sebagai proyek strategis nasional (PSN). Dibangun diatas lahan seluas 10 ribu hektar, kawasan industri ini bakal menyerap puluhan ribu lapangan pekerjaan.

Advertisement

Kawasan industri ini berpotensi menjadi pengembangan pengolahan mineral, kelapa sawit, kakao dan perikanan.

“Pengembangan kawasan industri Tanah Kuning ditargetkan menyerap tenaga kerja 60 ribu orang dan didukung pengembangan infrastruktur seperti pelabuhan internasional, jalan, jembatan, dan bandara,” kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartato pada acara Kaltara Invesment Forum 2017, di Jakarta, Rabu (8/3).

Advertisement

Investasi untuk pembangunan tahap pertama menghabiskan nilai investasi sekitar Rp 170 triliun seperti adanya rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas 6600 mega watt di Kecamatan Long Peso, Kabupaten Bulungan.

“PLTA tersebut akan selesai dibangun pada tahun 2020, direncanakan menjadi yang terbesar di Indonesia dan bisa memenuhi suplai listrik untuk seluruh pulau Kalimantan,” ungkap Airlangga. Pembangunan PLTA ini dijalankan oleh PT Kayan Hydro Energi dengan melibatkan investor asing.

Advertisement

Menperin juga mengungkapkan, kawasan industri Tanah Kuning yang berada di Kecamatan Tanjung Palas Timur, tepatnya pada zona industri dan pusat kota Kabupaten Bulungan memiliki beragam potensi sumber daya alam yang cukup melimpah khususnya energi terbarukan.

Misalnya, untuk mineral dan energi, antara lain batu gamping (654 ribu ton di Malinau), pasir kuarsa (1 miliar ton di Nunukan), Sirtu (2,5 juta ton di Nunukan), batu bara (970 juta m3/tahun), dan emas. Sedangkan, untuk potensi perkebunan, meliputi kelapa sawit, karet, kakao, kopi, tebu, kapas, tembakau, jagung, dan padi.

Advertisement

Di samping itu, yang juga patut diperhatikan adalah potensi alumina dan bauksit di pulau Kalimantan agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Dengan ditunjang oleh pembangunan PLTA, diharapkan mampu menyediakan energi listrik yang murah dan kompetitif untuk industri khususnya industri alumina dan turunannya,” imbuh Airlangga.