INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pameran dagang produk kriya New York (NY) Now 2019 akan berlangsung pada 10 - 14 Agustus 2019 di New York, Amerika Serikat (AS).
NY Now sendiri merupakan sebuah pameran dagang intemasional yang secara eksklusif menampilkan produk-produk dari sub sektor kriya.
Dihadiri Iebih dari 25 ribu buyers dan menampilkan Iebih dari 2.300 brand home, lifestyle & gift dari berbagai negara, NY Now diklaim sebagai the most powerful retail event in North America.
"Edisi 2019 kali ini adalah kali keempat sejak 2016 pertama kali Bekraf berpartisipasi dalam gelaran NY Now," kata Joshua Simanjuntak, Deputi Pemasaran Bekraf pada konferensi pers di Jakarta, Rabu (31/7).
Mengusung tema “ICINC presents Identities at NY Now”, keikutsertaan Bekraf di dalam event ini turut dipengaruhi oleh capaian menggembirakan para peserta.
"Sejak edisi NY Now 2017 berhasil membukukan penjualan luar negeri sekitar Rp11.494.270.800,-," ujarnya.
Pada pameran yang direncanakan akan dilangsungkan di Jacob K. Javits Convention Center, New York, AS, ini, terpilih delapan merek yang akan mewakili dunia kriya nasional di paviliun Indonesia, yaitu Djalin, Kayou, Sackai Bags, lndo Risakti, Du’Anyam, Studio Dapur, Rengganis dan Kana Goods.
Baskoro, seorang akdemisi dan pengajar menjelaskan sejak 2016 telah berpartisipasi dalam keikutsertaan Indonesia pada NY Now di Amerika. Ia membantu Bekraf mengkurasi produk kriya yang layak ditampilkan di pasar Amerika.
Tahun ini kali keempat Indonesia turut serta dalam pameran kriya terbesar di Amerika ini. "Tahun ini merupakan evolusi yang cukup panjang. Dari awal belum sama Jennifer Isaacson (kurator internasional) kita lihat perubahan besar sekarang dibanding empat tahun lalu. Ada proses yang kita lalui," jelas Baskoro.
Lebih lanjut Baskoro mengungkapkan bahwa kurasi merupakan proses yang berkelanjutan. Dimana produk kriya selalu ada inovasi atau kebaruan.
"Gak one shop aja, gak laku ok. Kita mencari kebaruan. Dari sisi internal kita akan tampilkan sesuatu yangbaru. Kalau tidak ada inovasi maka kita akan tertinggal," terang Baskoro. Ia tidak menampik bahwa tingkat kesulitan dalam mencari jenama cukup tinggi.