INDUSTRY.co.id - Yogyakarta - Kehidupan manuisa tidak bisa ditinggalkan dari yang namanya musik. Bahkan saat ini, musik sudah menjadi alunan wajib yang mesti dicicipi oleh setiap manusia setiap harinya.

Keindahan musik tak akan merdu jika tanpa alunan alat-alat musik didalamnya, tak heran jika kedua industri ini semakin menunjukkan geliat peningkatan yang cukup signifikan.

Hal ini turut dirasakan oleh CV. Julang Marching Equipment, produsen aneka alat musik khusus marching band yang berlokasi di kota Yogyakarta, Jawa Tengah. 

Sang pemilik yang namanya juga dipakai sebagai merek produk, Julang Ruminto Sabariman mengatakan, permintaan akan aneka alat musik marching band di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. 

"Permintaan untuk aneka alat musik khususnya marchuing band memang meningkat dari tahun ke tahun, itu yang kami alami," kata Julang saat ditemui Industry.co.id di Yogyakarta, Jawa Tengah, Jumat (26/7).

Diakui Julang, pihaknya saat ini tengah kebanjiran order (pesaanan), namun keterbatasan mesin yang dimiliki menjadi satu kendala buat kami. "Mesin kami memag masih konvensional, itu lah yang menjadi salah satu kendala buat kami, Namun, setiap bulan tak kurang dari 10 sekolah yang melakukan pesanan kepada kami," terang pria lulusan UGM ini.

Menurutnya, alat musik marching band hasil produksinya telah diakui keunggulannya oleh para pemusik di kawasan asia tenggara. "Produk kami, Vibraphone sudah diakui menjadi yang terbaik di Asia Tenggara," katanya.

Dijelaskan Julang, dalam mengembangkan dan memproduksi produk masih banyak kendala-kendala yang dihadapi seperti, regulasi, perizinan ekspor, bahan baku, pemasaran hingga permesinan. "Kendala kami memang bisa dibilang cukup komplit, namun kami tetap menghasilkan dan memproduksi produk dengan kualitas yang terbaik, karena kepuasan pelanggan menjadi penghargaan buat kami," papar Julang.

Diakui Julang, sektor pemerintah masih menjadi penyumbang terbesar bagi omset perusahaan yang dirintis turun menurun ini. Namun, ia tak menampik jika sektor swasta juga memberikan dampak yang cukup besar. "Kebanyakan order dari poemerintah untuk pengadaan sekolah-sekolah, tetapi swasta pun lumayan banyak," katanya.

Hingga kini, Julang telah memperkerjakan lebih kurang 50 karyawan, dan telah memproduksi lebih dari 20 item alat musik marching band. Tak hanya memproduksi alat musik saja, di pabrik seluas 1 hektar (ha) tersebut, Julang juga memproduksi beberapa kostum, sepatu, dan perlengkapan marching band lainnya.

Julang membanderol seharga Rp50 juta untuk 1 (satu) set alat musik marching band yang terdiri dari 10 item alat musik.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengapresiasi aneka alat musik marching band produksi Julang tersebut.

Menurutnya, industri kecil dan menengah seperti ini yang harus didorong untuk dapat menapaki pasar ekspor. "Ini bagus sekali, dan kita juga akan support," kata Gati.

Dijelaskan Gati, pihaknya akan terus membantu dan memfasilitasi terkait masalah regulasi maupun alat-alat permesinan melalui program restrukturisasi. "Terkait perizinan, kita akan bantu. Soal mesin, nanti kami fasilitasi lewat program restrukturisasi. Jadi, jika pembelian mesin produksi impor akan mendapatkan potongan hingga 25 persen dari harga pokok mesin, namun jika mesin produksi dalam negeri akan mendapatkan potongan hingga 30 persen," terangnya.

Selain itu, lanjut Gati, pihaknya juga akan memfasilitasi lewat pameran-pameran agar sayap pasarnya semakin meluas. "Saat ini kan demand meraka sudah lebih banyak dari pada produksi. Jadi tinggal kita genjot aja produksinya," katanya.