Dekan Pertanian UGM Dukung Pengembangan Pertanian Modern

Oleh : Wiyanto | Minggu, 14 Juli 2019 - 19:23 WIB

Alsintan Tekan Biaya Olah Tanah Cabai Hingga 90 Persen (Foto Dok Industry.co.id)
Alsintan Tekan Biaya Olah Tanah Cabai Hingga 90 Persen (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id

Jakarta - Dekan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Jamhari mendukung modernisasi di sektor pertanian yang saat ini sedang dikembangkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Pertanian modern, menurutnya dapat menjadi kunci menarik minat anak muda untuk terjun ke sektor pertanian.

“Peluang di sektor pertanian itu masih sangat besar. Tapi persepsi di masyarakat itu bertani masih identik dengan pekerjaan kumuh. Padahal dengan pertanian modern, bertani bisa dilakukan tanpa perlu berkotor-kotoran,” terang Jamhari di hadapan para siswa-siswi SMA se-Jabodetabek, saat hadir sebagai pembicara kegiatan Agrivaganza, di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Sabtu (14/07).

Menurut Jamhari, ada peluang yang bisa ditangkap oleh para calon agropreneur muda. Karena produksi pangan saat ini belum bisa memenuhi kebutuhan global.

“Sekarang berebut minyak, tapi nantinya manusia akan saling berebut pangan. Karena pangan tidak lagi dibutuhkan hanya untuk konsumsi, tapi juga untuk sandang dan juga sebagai energi terbarukan, seperti biofuel,” sebut Jamhari.

Jamhari mendukung upaya Kementan dalam mendorong modernisasi pertanian demi menarik minat anak muda untuk terjun bertani. Apalagi, Kementan di bawah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman telah menunjukkan keberpihakannya terhadap petani.

“Kebijakannya selama menjadi menteri sangat pro petani dan para pelaku usaha tani. Dari kebijakan yang membatasi ekspor, sampai berbagai upaya meningkatkan bantuan langsung ke pada petani berupa alat dan mesin pertanian serta perbaikan infrastuktur pertanian,” tandas Jamhari.

Mengamini pernyataan Jamhari, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kuntoro Boga Andri menyebutkan Kementan selalu berupaya untuk membantu pengimplementasian pertanian modern. Pertanian modern dengan menggunakan teknologi era industri 4.0 nampaknya segera terealisasikan secara bertahap.

"Saat ini pertanian Indonesia dijalankan secara modern dengan perangkat mesin serta Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)," jelas Boga.

Agrivaganza pun diadakan Kementan sebagai upaya mendorong pengimplementasian pertanian modern. “Agri Vaganza adalah rangkaian acara tukar ilmu dengan konsep pengenalan pertanian modern,” ungkap Boga.

Para peserta yang mayoritas merupakan generasi milenial tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga sesi diskusi. Salah satu yang sempat menarik perhatian pengunjung adalah Irsyan Rajamin, pencipta start up yang berhasil mengembangkan aplikasi detail terkait kondisi tanaman, nutrisi serat, kondisi lingkungan, udara, serta kelembaban tanah. "Aplikasi ini kemudian kami kembangkan dalam Habibi Garden," katanya.

Di samping Irsan, pembicara lain yang sempat menarik perhatian adalah Astri Purnamasari, anak muda yang menjabat sebagai VP Corporate Services startup TaniHub.

TaniHub merupakan startup layanan aplikasi on-demand untuk pengiriman kebutuhan sayuran dari lahan pertanian ke rumah tangga.

Keberhasilan aplikasi ini juga bukan hanya terletak pada segmen business-to-consumer, melainkan juga pada platform investasi crowdlending lewat Tanifund.

“Melalui TaniHub, para petani lokal dapat menjual hasil panen mereka kepada para individu maupun Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai wilayah. Kami bukan hanya sebuah platform e-commerce terkemuka untuk produk pertanian namun juga katalis untuk masa depan Agri-tech,” ungkap Astri.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid

Rabu, 11 Desember 2019 - 05:00 WIB

Kunjungi Brigif 1 Marinir, Komisi 1 DPR Apresiasi Pasukan Baret Ungu

Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid beserta para anggota komisi I mengunjungi sarang petarung Brigif-1 Marinir, Cilandak, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto

Rabu, 11 Desember 2019 - 04:48 WIB

Pemerintah Terbitkan PP Nomor 80 Tahun 2019 untuk Dorong Perdagangan Produk Secara Daring

Jakarta-Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik

Prajurit TNI Ikut Gotong Royong Bangun Rumah Warga di Kampung Sipias Papua

Rabu, 11 Desember 2019 - 04:30 WIB

Prajurit TNI Ikut Gotong Royong Bangun Rumah Warga di Kampung Sipias Papua

Sebagai wujud memaknai Hari Juang TNI AD yang akan diperingati tanggal 15 Desember 2019 mendatang, Prajurit TNI Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa (Yonif MR 411/Pdw) Kostrad yang…

Irjen TNI Letjen TNI Muhamad Herindra, M.A.,M.Sc.

Rabu, 11 Desember 2019 - 04:00 WIB

Negara Sangat Menghargai Keberhasilan Satgas RDB TNI Konga XXXIX-A MONUSCO

Negara sangat menghargai keberhasilan pelaksanaan tugas para prajurit Satgas RDB TNI Konga XXXIX-A MONUSCO. Prajurit TNI tidak pernah meminta penghargaan tetapi apabila negara memberikan kehormatan…

Bakamla RI dan Kementerian Perindag Bahas Rencana Kerja Sama

Rabu, 11 Desember 2019 - 03:00 WIB

Bakamla RI dan Kementerian Perindag Bahas Rencana Kerja Sama

Sestama Bakamla RI Laksda Bakamla S. Irawan, M.M., melaksanakan Courtesy Call ke Kementerian Perindustrian dan Perdagangan di Alia Building, Jl. M.I. Ridwan Rais No. 05, RT.14/RW.2, Gambir,…