INDUSTRY.co.id -
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal pergerakan masih bergerak cenderung tertahan pada resistance bearish trend dan Moving Average 5 hari. Indikator Stochastic bergerak bearish dan RSI yang mengalami pergerakan cenderung negatif.
"Sehingga secara teknikal IHSG masih rentan bergerak bearish pada support resistance 6320-6380," ujar analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Senin (8/7/2019).
Ia sodorkan saham-saham yang masih dapat dicermati yakni; GGRM, UNVR, MYOR, BBTN, TINS, MAPI, RALS.
Sebelumnya, IHSG (-0.04%) ditutup melemah tipis -2.49 poin kelevel 6373.48 dengan pergerakan yang cenderung sideways pada perdagangan menjelang akhir pekan ini. Investor asing tercatat net sell 150.56 Miliar rupiah. Sektor aneka Industri (-1.12%) menjadi penekan IHSG sejak awal sesi perdagangan sedangkan sektor konsumer (+0.75%) dan Industri dasar (+0.68%) menjadi penahan pergerakan.
Saham-saham peternakan melanjutkan pergerakan optimisnya dengan saham CPIN (+11.39%), MAIN (+3.35%) dan JPFA (+6.13%) menguat seiring potensi turunnya pemerintah terhadap pengaturan harga ayam dalan negeri. Bank Indonesia memproyeksikan terjadinya penurunan inflasi pada bulan Juli 2019 kelevel 0.12% MoM atau sebesar 3.12% YoY setelah trend konsumsi mereda pasca Ramadhan dan Lebaran pada bulan lalu.
BI juga memperkirakan Neraca pembayaran Indonesia kuarta ke-2 tahun 2019 akan surplus sebesar $3 Miliar dengan ditopang peningkatan aliran masuk modal asing dan perolehan cadangan devisa. Optimisme ini membuat nilai tukar Rupiah terhadap USD menguat 0.37% kelevel Rp14.082 per USD.