Masaro Jadi Paradigma Baru untuk Mengatasi Masalah Sampah di Indonesia

Oleh : Ahmad Fadli | Kamis, 27 Juni 2019 - 07:32 WIB

“Mengenal Lebih Dalam tentang Polistirena Busa untuk Kebaikan Manusia dan Lingkungan” di Karawang, Jawa Barat, Rabu (26/6/2019).
“Mengenal Lebih Dalam tentang Polistirena Busa untuk Kebaikan Manusia dan Lingkungan” di Karawang, Jawa Barat, Rabu (26/6/2019).

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Tata kelola penanganan sampah di Indonesia belum baik, terlebih perilaku masyarakat yang membuang sampah sembarang sehingga berdampak pada kerusakan lingkungan. Kini melalui manajemen sampah zero (Masaro) permasalahan sampah di Indonesia bisa teratasi.

Yah, konsep Masaro tersebut digagas oleh Kepala Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran ITB, Ir. Akhmad Zainal Abidin M.Sc. Ph.D untuk mengedukasi pemilahan sampah langsung di sumber pengolahan sampah di dekat sumber, perlibatan masyarakat, pemerintah dan industri.

Untuk mengajak masyarakat agar memilah sampah di sumbernya langsung, tugas pemerintah melakukan edukasi masyarakat, kemudian menyediakan fasilitas untuk mengolah sampah yang mengandung bahan berbahaya (B2). Sementara industri melakukan recycle dan recovery. Selanjutnya ialah menerapkan teknologi ramah lingkungan, dan terakhir membuat manajemen untuk program sustanability.

"konsep ini telah terbukti bukan hanya mampu mengatasi masalah sampah tetapi juga memberikan pendapatan tambahan bagi masyarakat yang terlibat," katanya dalam Focus Group Discussion bertemakan “Mengenal Lebih Dalam tentang Polistirena Busa untuk Kebaikan Manusia dan Lingkungan” di Karawang, Jawa Barat, Rabu (26/6/2019)..

Sebelum tercetusnya Masaro, Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran (LTPM) ITB melakukan riset pada 2009 mengenai pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar melalui proses pirolisis. Proses pirolisis sampah plastik merupakan proses dekomposisi senyawa organik yang terdapat dalam plastik melalui proses pemanasan katalitik dengan tanpa melibatkan oksigen.

Kedua adalah sampah plastik film. Sampah kategori ini pertama dilakukan shredding terlebih dulu baru diolah dengan alat tertentu hingga menghasilkan BBM dan Plastipal. Ketiga, sampah daur ulang (plastik kemasan, keras, logam dan kaca). Sampah jenis ini dipilah dan dipress sehingga dapat menjadi bahan baku industri kreatif dan industri daur ulang yg mengolah kembali plastik, logam, kertas dan gelas yang sudah terpilah.

Terakhir untuk sampah bakar, sampah ini dipilah dulu menjadi sampah bakar non B2 atau tidak mengandung bahan berbahaya dan sampah bakar B2. Sampah bakar non B2 menjadi bahan bakar unit produksi BBM dan abu hasil pembakarannya menjadi bahan media tanam. Cara pemanfaatan energi seperti ini telah berhasil menjadikan unit produksi BBM Masaro profitable. Sampah bakar B2 bisa diinsenerasi di insinetator spesial B2 (yang seyogyanya dilakukan oleh Pemda setempat).

Hal terpenting dari Masaro adalah kemampuannya untuk mengolah seluruh sampah dan menjadikannya produk yang memiliki manfaat dan nilai ekonomis yang tinggi, seperti pengolahan sampah plastik kresek dan bungkus makanan menjadi bahan bakar minyak pengganti minyak tanah dan penguat jalan aspal, serta pengolahan 1 kg sampah membusuk menjadi 10L pupuk/pakan organik cair yang dapat dimanfaatkan masyarakat utk sawah 1 Ha dari awal sampai panen. "Melalui skema ini, sampah betul-betul menjadi zero," katanya.

Dijelaskan Zainal, konsep Masaro sudah diterapkan di Indramayu, Cilegon, dan Cirebon. Responnya sangat baik, dengan kolaborasi antara pemerintah dan industri. "Konsep ini bisa diterapkan dan berjalan dengan lancar," katanya. Dengan Masaro, tambahnya, pemerintah bisa lebih menghemat anggaran dalam pengolahan sampah. Bahkan, Pemerintah bisa menghasilakan nilai ekonomi lain dari sampah tersebut.

Produk Masaro berupa pupuk cair bisa diaplikasikan untuk pertanian dan perkebunan. Contohnya, untuk tanaman Padi, hasil panen menjadi lebih banyak dan lebih berkualitas,  rumput liar yang tumbuh lebih sedikit, hama sangat berkurang, tanah semakin subur, dan biaya perawatan padi lebih murah hingga 2/3.

Terhadap buah-buahan, ternyata mampu meningkatkan jumlah dan besarnya buah, terhadap sayuran ukurannya menjadi lebih besar, lebih tahan hama, dan tak mudah layu setelah dipanen.

Aplikasi Masaro dapat menghilangkan TPS dan TPA, berpotensi mengurangi beban APBN dan APBD, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya dalam bidang pertanian dan peternakan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

Rabu, 18 September 2019 - 18:15 WIB

Menperin Akui Investasi Korsel Perkuat Struktur Industri Manufaktur RI

Kementerian Perindustrian aktif menarik investor Korea Selatan untuk terus menanamkan modalnya di Indonesia agar bisa memperkuat struktur sektor manufaktur di dalam negeri. Langkah ini juga…

Noesita Indriyani Ketua Panitia Pelaksana HLN ke-74.

Rabu, 18 September 2019 - 18:00 WIB

MKI Dukung Pengembangkan Energi Terbarukan dan Teknologi Terkait Listrik 4.0

Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) mengadakan press conference terkait “Road to HLN”, 20 Hari Menjelang Penyelenggaranaan Acara Hari Listrik Nasional ke-74. Pelaksanaan Press Conference…

Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jakarta

Rabu, 18 September 2019 - 17:12 WIB

Indonesia Fintech Expo 2019 Komitmen Regulator dan Industri Fintech Terhadap Inklusi Keuangan

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) akan menyelenggarakan Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 pada tanggal 23 dan 24 September 2019 di…

Kepala BPPI Kemenperin Ngakan Timur Antara

Rabu, 18 September 2019 - 17:05 WIB

Kemenperin Tunjuk 10 Perusahaan Jadi Pilot Pendampingan Industri 4.0

Kementerian Perindustrian telah melakukan pendampingan implementasi perdana industri 4.0 kepada 10 perusahaan manufaktur nasional.

Direksi PT Kimia Farma (Persero) Tbk

Rabu, 18 September 2019 - 17:00 WIB

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Kimia Farma (Persero) Tbk

PT Kimia Farma (Persero) Tbk (Kimia Farma) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta pada Rabu, 18 September 2019. Keputusan RUSPLB menyetujui Penambahan Modal Perseroan…