Jababeka Bukukan Pendapatan Sebesar Rp 2.712 Miliar Pada 2018

Oleh : Hariyanto | Rabu, 26 Juni 2019 - 17:45 WIB

RUPS PT. Jababeka Tbk
RUPS PT. Jababeka Tbk

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), pengembang kawasan industri seluas 5.600 hektar di Cikarang, Jawa Barat, mencatat pendapatan sebesar Rp 2.712 miliar pada 2018.

Pendapatan tersebut menurun 9% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2017 sebesar Rp 2.995 miliar. 

Hal tersebut disampaikan oleh Corporate Secretary Jababeka, Muljadi Suganda kepada media disaat paparan publik usai RUPS Jababeka di Menara Batavia, Jakarta (26/6/2019).

Muljadi mengemukakan, meskipun terjadi penurunan pada total penjualan, namun laba kotor Perseroan secara absolut meningkat sebesar 4% menjadi Rp 1.179 miliar pada tahun 2018. 

“Seiring dengan itu. Marjin laba kotor konsolidasi Perseroan untuk 2018 tercatat sebesar 43,5%, naik dibandingkan dengan 38% pada tahun 2017,” kata Muljadi.

Menurutnya, peningkatan laba kotor dan margin laba kotor ini terutama dihasilkan oleh peningkatan kontribusi penjualan kavling dari pilar land development maupun pendapatan dari pilar infrastruktur. 

Dalam Pilar Land Development & Property, peningkatan kontribusi penjualan properti di Cikarang dan lain-lain yang memiliki marjin laba kotor yang relatif lebih tinggi dibanding dengan penjualan lahan kavling di Kendal yang memiliki marjin laba kotor lebih rendah ini yang menyebabkan hasil bauran marjin laba kotor untuk pilar land development meningkat menjadi 69% pada tahun 2018 dibandingkan 60% di tahun 2017. 

“Kontribusi penjualan properti di Cikarang dan lain-lain terhadap keseluruhan penjualan properti meningkat dari 61% dari tahun 2017 menjadi 75% di tahun 2018,” ujarnya. 

Selain itu, peningkatan marjin laba kotor juga berasal dari pilar Infrastruktur yang pada tahun 2017 sebesar 24% menjadi 27% di tahun 2018.

Hal tersebut diakibatkan laba kotor secara absolut dari segmen bisnis pembangkit listrik yang tetap terjaga meskipun total penjualan listrik menurun selama reserve shutdown. 

Dan untuk Pilar Leisure & Hospitality marjin laba kotor menurun dari 45% di tahun 2017 menjadi 34% di tahun 2018.

Sementara itu, dari sisi Laba bersih Perseroan pada tahun 2018 tercatat menurun 55% menjadi Rp 67,1 miliar.

Alasan utama penurunan ini masih menurut Muljadi, adalah karena dampak pergerakan selisih kurs. Pada tahun 2017,  Perseroan membukukan laba selisih kurs sebesar Rp 66,4 miliar. 

Sementara pada tahun 2018 dibukukan rugi selisih kurs sebesar Rp 247.9 miliar, yang berasal dari kerugian selisih kurs akibat depresiasi mata uang Rupiah terhadap Dolar AS sebesar Rp 283.3 miliar yang di-offset oleh Laba nilai pasar atas kontrak forward (mark to market gain on forward contract) sebesar Rp 35.4 miliar yang dihasilkan dari kontrak call spread. 

Perseroan juga telah melakukan lindung nilai terkait atas obligasi sejumlah Dolar AS 300 juta dengan bentuk call spread sebesar Dolar AS 200 juta.

“Perseroan mencatat EBITDA pada tahun 2018 sebesar Rp 950.3 miliar, meningkat dibandingkan dari EBITDA tahun 2017 sebesar Rp 913.7 miliar,” pungkas Muljadi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dirut RRI, Sandiaga Uno dan Bram Suryo Putro Founder And CEO Theiconomics

Kamis, 05 Desember 2019 - 23:55 WIB

Penetrasi Jasa Keuangan Dongkrak Kesadaran Milenial

Jakarta - Milenial di era kini didorong untuk melek keuangan sehingga bisa melirik penempatan dana atau transaksi keuangan di perusahaan jasa keuangan. Diperkirakan dari jumlah penduduk Indonesia,…

PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha atau yang lebih dikenal dengan WanaArtha Life meluncurkan WanaArtha DPLK sebagai solusi untuk merencanakan hari tua bagi peserta individu maupun perusahaan kepada karyawannya.

Kamis, 05 Desember 2019 - 22:09 WIB

WanaArtha Life Luncurkan WanaArtha DPLK Sebagai Solusi Perencanaan Hari Tua Bagi Individu dan Perusahaan

Jakarta-PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha atau yang lebih dikenal dengan WanaArtha Life meluncurkan WanaArtha DPLK sebagai solusi untuk merencanakan hari tua bagi peserta individu maupun…

Truck logistik Ritase

Kamis, 05 Desember 2019 - 21:48 WIB

Perkembangan Mobilitas Barang Membutuhkan Solusi Multimoda Digital

Jakarta - Dinamika ekonomi yang makin cepat dan terintegrasi membutuhkan solusi logistik yang mampu mengikuti akselerasi itu. Pada saat yang sama, penyedia jasa logistik harus memutar otak agar…

Dorong Penetrasi Bursa Berjangka, “Indonesia Derivative Reach International Market” Summit 2019 Diselenggarakan

Kamis, 05 Desember 2019 - 21:41 WIB

Jurus Mentari Mulia Berjangka, Gairahkan Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia

Jakarta-Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK), sebagai salah satu bentuk investasi di antara beragam pilihan, kian menarik perhatian para pengelola dana.

PT Mentari Mulia Berjangka Peking University menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) terkait pertukaran informasi dalam penelitian dan data di bidang derivatif dan perdagangan berjangka

Kamis, 05 Desember 2019 - 21:27 WIB

Dorong Penetrasi Bursa Berjangka, Mentari Mulia Berjangka Teken Mou di Bidang Derivatif dan Perdagangan Berjangka

Jakarta--PT Mentari Mulia Berjangka Peking University menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) terkait pertukaran informasi dalam penelitian dan data di bidang…