INDUSTRY.co.id - Bekasi – PT Jababeka Tbk (KIJA) dan PT Pertamina (Persero) memperkuat kolaborasi untuk mendorong transformasi Kawasan Industri Jababeka menjadi kawasan industri yang lebih hijau dan rendah emisi.
Kolaborasi tersebut mencakup pemanfaatan energi bersih, pengolahan limbah menjadi energi (waste to energy), hingga pengembangan hidrogen untuk kebutuhan industri dan transportasi.
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono mengatakan kerja sama ini diarahkan untuk membantu perusahaan di kawasan Jababeka melakukan dekarbonisasi sekaligus menjaga ketahanan energi.
“Memasuki 2027, kami fokus mengembangkan alternatif energi hijau lain, seperti hidrogen, biometana, hingga potensi panas bumi,” ujar Agung dalam seminar bertajuk “Ketahanan Energi dan Keberlanjutan dengan Transisi Energi: Menuju Net Zero Industrial Estate dengan Energy Security” di Cikarang, Bekasi.
Sementara itu, Direktur Utama Jababeka Infrastruktur Didik Purbadi mengatakan transformasi kawasan industri telah menjadi bagian dari pengembangan Jababeka sejak awal.
Saat ini, Kawasan Industri Jababeka dihuni sekitar 2.000 perusahaan dari 36 negara. Sejumlah infrastruktur ramah lingkungan juga telah dikembangkan, termasuk pembangkit listrik berbasis gas, pengolahan air permukaan, serta instalasi pengolahan air limbah terpadu.
Upaya transisi energi juga mulai dilakukan para tenant. Hingga September 2026, sebanyak 23 perusahaan di Kawasan Industri Jababeka telah memasang PLTS atap dengan total kapasitas mencapai 14,5 MWp.
Sebelumnya, Jababeka bersama Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) juga memasang PLTS atap berkapasitas 230 kWp di fasilitas water treatment plant (WTP) Jababeka.
Sejak beroperasi pada 2023, PLTS tersebut telah menghasilkan sekitar 858,21 MWh listrik dan disebut berkontribusi terhadap pengurangan emisi sekitar 734 ton CO2e.
Ke depan, kerja sama Jababeka dan Pertamina akan mencakup pemanfaatan gas pipa, biometana bersertifikat ISCC, energi surya, sistem penyimpanan baterai (Battery Energy Storage System/BESS), serta kredit karbon.
Kedua pihak juga akan menjajaki pemanfaatan hidrogen hijau untuk mendukung transportasi rendah karbon di kawasan industri.
Agung menegaskan Pertamina melalui PGN dan Pertamina NRE siap mendukung kebutuhan tenant Jababeka dalam menjalankan agenda dekarbonisasi.
"Kami yakin dengan dukungan Jababeka Infrastruktur, komitmen para tenant ini dapat terwujud," tutup Agung.