INDUSTRY.co.id - BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mengapresiasi dukungan PT Jababeka Infrastruktur dalam menjaga fungsi dan kelancaran saluran irigasi untuk menopang aktivitas pertanian masyarakat. Dukungan tersebut diwujudkan melalui kegiatan kerja bakti pembersihan saluran irigasi di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan yang melibatkan Pemerintah Kecamatan Pebayuran dan masyarakat tersebut menyasar Saluran Sekunder BKG 26 hingga BKG 35. Jalur tersebut memiliki peran penting dalam distribusi air untuk mengairi lahan pertanian di wilayah Pebayuran.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi dr Asep Surya Atmaja mengatakan, kondisi saluran irigasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran kegiatan pertanian dan produktivitas lahan. Karena itu, pemeliharaan infrastruktur pengairan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

“Saluran irigasi bukan sekadar infrastruktur pengairan. Bagi masyarakat, khususnya para petani, keberadaan saluran irigasi yang berfungsi dengan baik sangat menentukan kelancaran kegiatan pertanian dan produktivitas lahan,” kata Asep.

Menurut Asep, pembersihan saluran BKG 26 hingga BKG 35 memang terlihat sebagai kegiatan sederhana. Namun, langkah tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap kelancaran distribusi air ke lahan pertanian, terutama apabila dilakukan secara rutin.

Karena itu, Pemkab Bekasi mengapresiasi Jababeka melalui PT Jababeka Infrastruktur yang turut terlibat dalam pemeliharaan saluran irigasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Kegiatan tersebut dinilai mencerminkan kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah dan masyarakat dalam menjaga infrastruktur yang menopang sektor pertanian.

“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Dunia usaha memiliki peran, masyarakat memiliki peran, dan pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh upaya tersebut berjalan bersama dan memberikan manfaat nyata,” ujarnya.

Asep menegaskan, keberlanjutan fungsi irigasi tidak hanya bergantung pada pembangunan maupun normalisasi saluran. Pemeliharaan rutin diperlukan untuk memastikan infrastruktur pengairan tetap berfungsi dalam jangka panjang.

Hal tersebut menjadi penting bagi Pebayuran yang merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas pertanian penting di Kabupaten Bekasi. Kelancaran sistem pengairan menjadi salah satu penopang produktivitas lahan sekaligus keberlanjutan produksi pangan masyarakat.

Asep pun meminta masyarakat ikut menjaga saluran yang telah dibersihkan dan tidak kembali menjadikannya sebagai tempat pembuangan sampah.

“Mari kita jaga saluran yang sudah dibersihkan, jangan kembali digunakan untuk membuang sampah. Menjaga infrastruktur merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Menurut dia, pola kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dapat membantu penanganan persoalan infrastruktur di lapangan secara lebih cepat. Selain menjaga fungsi irigasi, keterlibatan berbagai pihak juga memperkuat semangat gotong royong dalam mendukung sektor pertanian daerah.

Asep berharap kegiatan pembersihan saluran tersebut tidak berhenti sebagai agenda satu hari. Pemeliharaan secara konsisten dinilai diperlukan agar manfaat infrastruktur irigasi dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh petani.

“Kalau saluran irigasi kita jaga bersama, pertanian kita kuat. Kalau kita bergerak bersama, manfaatnya akan lebih besar bagi masyarakat Kabupaten Bekasi,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT Jababeka Infrastruktur, Pemerintah Kecamatan Pebayuran, perangkat desa, TNI/Polri, para petani serta masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Bagi Pemkab Bekasi, menjaga kelancaran irigasi merupakan bagian dari upaya mempertahankan produktivitas pertanian. Aliran air yang lancar menuju lahan menjadi salah satu faktor pendukung keberlanjutan produksi pangan sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Pebayuran.