Pemerintah Kaji O-Bahn Busway Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan Indonesia

Oleh : Hariyanto | Senin, 24 Juni 2019 - 07:20 WIB

Ngobrol Seru Transportasi (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)
Ngobrol Seru Transportasi (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perhubungan tengah mengkaji angkutan massal yang merupakan gabungan antara Bus Rapid Transit (BRT) dan Light Rapid Transit (LRT) bernama “O-Bahn Busway”, sebagai alternatif pilihan angkutan massal perkotaan di Indonesia.

“Dengan semakin terbangunnya infrastruktur jalan, tentunya perlu dilakukan antisipasi agar masyarakat tidak memenuhinya dengan kendaraan pribadi. Caranya yaitu dengan mengoptimalisasikan angkutan masalnya,” jelas Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi di Jakarta, Minggu (23/6/2019).

Kemenhub tengah berupaya mengoptimalkan prasarana dan sarana Transportasi Massal Perkotaan di Indonesia, dalam rangka mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang berdampak terjadinya kemacetan yang menjadi permasalahan serius di daerah perkotaan di Indonesia.

Berbagai macam angkutan massal perkotaan telah dibangun seperti Bus Rapid Transit (BRT), Light Rapid Transit (LRT) dan Mass Rapid Transit (MRT). 

“Tahun 2019 ini adalah era Kementerian Perhubungan untuk memperbaiki semua sarana dan fasilitas menyangkut angkutan umum. Kita juga harus cepat merespon karena beberapa kota besar di Indonesia sudah mulai mengalami kemacetan,” ujar Budi.

Pada kesempatan yang sama Dirjen Perkeretaapian Zulfikri menyampaikan seiring dengan perekembangan teknologi, saat ini banyak dikembangkan moda angkutan massal seperti misalnya : O-Bahn, yang dapat dibangun dengan biaya lebih murah dibandingkan dengan LRT, namun agak lebih mahal dibandingkan dengan BRT biasa.

“Kapasitasnya lebih besar dari pada busway, tapi lebih kecil dari LRT. Anggarannya memang lebih besar dari pada busway karena kita harus membangun beberapa ruas jalur. Untuk tempatnya mungkin di luar dari Jakarta, karena itu kita perlu lihat lagi bagaimana masterplan kotanya. Maka kita perlu kaji lebih lanjut dan duduk bersama dengan Pemda dan stakeholder terkait,” sebut Zulfikri.

O-Bahn Busway adalah busway berpemandu yang merupakan bagian dari sistem transit BUS cepat. O-Bahn Busway ini memadukan konsep BRT dan LRT dalam satu jalur yang sama. 

Bus ini memiliki roda pandu yang berada di samping ban depan bus. Roda pandu ini menyatu dengan batang kemudi roda depan, sehingga ketika bus memasuki jalur O-Bahn, supir tak perlu lagi mengendalikan arah bus karena roda pandu akan mengarahkan bus sesuai dengan arah rel pandu serta mencegah bus terperosok ke celah yang ada di jalur. 

Sistem ini pertama kali diterapkan di Kota Essen, Jerman dan saat ini sudah digunakan di berbagai negara seperti Australia dan Jepang. Hadir sebagai narasumber pada diskusi ini Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Dirjen Perkeretaapian Zulfikri, Pengamat dari MTI Suharto Majid dan Artis Ayushita.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

KSPN Labuan Bajo

Jumat, 29 Mei 2020 - 09:38 WIB

Anggaran Mencapai Rp 8,82 Triliun, Pembangunan Infrastruktur pada 5 KSPN Mulai Berjalan

Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran sebesar Rp 8,82 triliun untuk pembangunan infrastruktur di 5 KSPN Prioritas tersebut yang dilaksanakan sejak 2019 hingga 2021.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

Jumat, 29 Mei 2020 - 09:23 WIB

Kementerian PUPR Gandeng 4 Universitas Rancang Program S2 Super Spesialis Bagi SDM Konstruksi

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, program yang didesain Kementerian PUPR bersama 4 universitas tersebut diatas adalah super spesialis yang akan diakui sebagai Master (S2) oleh Menteri…

Eni Yuniarti Warga Kampung Muka

Jumat, 29 Mei 2020 - 09:15 WIB

ACT Jawab Keluhan Pedagang Kecil Ibu Kota

Jauh masuk ke permukiman padat penduduk di tengah ibu kota, masyarakat prasejahtera yang mencari nafkah dengan berdagang menjeritkan kegundahan. Mereka kini hidup dalam himpitan ekonomi di tengah…

PPPA Daarul Qur’an

Jumat, 29 Mei 2020 - 09:00 WIB

Kyai Basith, Pejuang Qur’an dari Kaki Gunung Ciremai

Usia yang mulai menginjak setengah abad tak menghalangi langkah dakwah Kyai Basith untuk mendawamkan Al-Qur’an. Ya, usianya kini sudah 56 tahun, tapi semangat berdakwahnya terus membara

RS Lapangan BSMI akan Layani Uji Swab

Jumat, 29 Mei 2020 - 09:00 WIB

RS Lapangan BSMI akan Layani Uji Swab

RS Lapangan BSMI untuk Covid-19 akan melengkapi layanan dengan test SWAB untuk pemeriksaan hasil yang lebih akurat. Direktur RS Lapangan BSMI dr. Jupriah, M. Biomed menyebut saat ini RS Lapangan…