INDUSTRY.co.id - PT Pertamina (Persero) mencatat pertumbuhan laba bersih pada kuartal III tahun ini sebesar 209% atau mencapai US$2,83 miliar dari US$914 juta periode serupa tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut disokong oleh langkah efisiensi dari berbagai kegiatan inisiatif serta terobosan. Namun, pendapatan melemah 16,8% atau menjadi US$26,62 miliar karena terjadinya penurunan harga minyak mentah.
“Kendati demikian, penurunan biaya melalui efisiensi yang dilakukan berhasil memangkas biaya sekitar 27% selama sembilan bulan pertama tahun ini,” kata Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto, Selasa (8/11).
Kinerja hulu pada periode triwulan III 2016 ini sebanyaj 646 ribu barel setara minyak per hari, terdiri dari 309 ribu barel per hari minyak dan 1.953 mmscfd gas. Pencapaian tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 12,3% dibandingkan periode yang sama 2015. Sementara produksi listrik panas bumi mencapai 2.233 GwH setara listrik.
Adapun, transportasi gas mencapai 393 BSCF dengan penjualan gas perusahaan mencapai 530 BBTU. Breakthrough Project 2016 yang ditargetkan mencapai US$1,64 miliar hingga akhir tahun ini telah tercapai sebesar US$1,643 miliar karena didukung dari efisiensi serta penciptaan nilai tambah serta proyek terobosan perusahaan.
Efisiensi biaya operasi hulu sebesar US$834 juta yang menjadi penyokong utama bagi realisasi Breakthrough Project 2016 mencerminkan strategi perusahaan untuk fokus pada lapangan-lapangan kerja yang memberikan dampak finansial besar bagi perusahaan.
Selain itu, pertamina juga berhasil menekan biaya pokok produksi kilang yang berada di kisaran 104,2% MOPS hingga September 2015, turun menjadi 98,2% pada periode yang sama tahun ini, dan menjadikan harga produk kilang Pertamina lebih kompetitif. Yield valuable product kilang juga meningkat dari semula di kisaran 74,39% hingga September 2015, hingga September 2016 menjadi 77,79%.
Adapun, penjualan BBM dan non BBM meningkat tipis dibandingkan dengan tahun lalu. Penjualan BBM pada triwulan III 2016 mencapai 47,77 juta KL atau naik tipis sekitar 4,3% dari 45,81 juta KL pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara untuk penjualan Non BBM sampai dengan akhir September 2016 mencapai 6,64 juta KL dari atau naik 4,8% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pertamina telah berhasil melakukan penetrasi berbagai varian produk BBM, khususnya Bahan Bakar Khusus Pertamax Series yang meningkat 206% dari periode yang sama tahun 2015, menjadi 6,21 Juta KL. (Hariyanto/ Imq)