INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menerapkan pendidikan vokasi yang menggunakan konsep sistem ganda atau dual system untuk menciptakan SDM kompeten sesuai kebutuhan industri. 

Advertisement

Metode pembelajaran yang diadopasi dari Jerman tersebut, menitik beratkan kepada praktik dibanding teori .

"Sebanyak 70% adalah praktik, dan sisanya 30% itu teori," jelas Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar di Jakarta, Sabtu (4/5).

Advertisement

Ditambahkan Haris, konsep ini nantinya akan diwajibkan di seluruh unit pendidikan vokasi binaan Kemenperin, yang terdiri dari 9 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), 10 Politeknik, dan 2 Akademi Komunitas. 

"Melalui metode dual system ini, kita belajar dari Jerman yang telah sukses mengimplementasikan. Para lulusan pendidikan vokasi di Jerman dibekali skill yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja sehingga lulusannya dapat dengan mudah mendapatkan pekerjaan," imbuhnya.

Advertisement

Melihat keberhasilan pendidikan vokasi di Jerman, menurut Haris, Kemenperin RI ikut belajar bahwa kunci keberhasilan pendidikan vokasi di Jerman terletak pada kerja sama yang erat antara dunia pendidikan dengan asosiasi dan pelaku industri.

"Model pendidikan tersebut, diadopsi sesuai dengan karakteristik pendidikan di Indonesia untuk menghasilkan tenaga kerja sektor industri yang kompeten," tegasnya. 

Advertisement

Untuk itu, program vokasi industri yang telah diluncurkan oleh Kemenperin menjadi jembatan link and match antara dunia industri dengan dunia pendidikan di Indonesia. 

Haris optimistis, melalui implementasi dual system yang dapat menciptakan SDM kompeten, juga akan memacu daya saing sektor industri nasional di kancah global pada era digital. 

"Dalam ketersediaan SDM kompeten di industri ini, tentunya akan mendorong tingkat produktivitas di sektor industri, sehingga dapat meningkatkan daya saing sektor manufaktur," tuturnya.