INDUSTRY.co.id -
Jakarta - Pergerakan IHSG secara teknikal cenderung membentuk pola bearish counter attack dengan indikasi kembali mengalami konsolidasi cenderung tertekan diarea level psikologis 6500.
Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menyebutkan, indikator Bollinger bands memberikan signal false break upper bands dengan potensi tekanan lebih lanjut sedangkan Indikator Stochastic berfluktuasi pada area middle oscillator dengan bullish momentum indikator RSI.
"Sehingga kami prediksikan IHSG masih akan bergerak cenderung mencoba bertahan diatas level 6500 sebagai konfirmasi break out resistance bearish trend line. Rentang pergerakan IHSG pada awal pekan depan dilevel 6447-6525," katanya di Jakarta, Senin (22/4/2019).
Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya SIMP, SMGR, IMAS, PTBA, LPCK, PWON, ERAA, ACES
Akhir pekan lalu, IHSG (+0.39%) ditutup terhempas aksi jual dan hanya mampu ditutup menguat 25.68 poin kelevel 6507.22 bertahan di level psikologis. Sentimen panik beli disaat uforia kemenangan quick count calon presiden pertahana menjadi faktor diawal sesi perdagangan. Saham-saham yang identik dengan proyek-proyek infrastruktur dan pembiayaan pemerintah menjadi primadona diawal sesi perdagangan meskipun tak selang setengah jam Investor melakukan penjualan diharga terbaik.
Investor asing tercatat net buy cukup besar dilevel 1.43 Triliun rupiah seiring penguatan rupiah yang naik 0.28% kelevel Rp14.045 per USD pasca ETF saham-saham indonesia naik signifikan hampir 2 persen di AS semalam.