INDUSTRY.co.id, Jakarta – PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), produsen barang-barang konsumsi berbahan baku minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO), mencatatkan lonjakan laba bersih sekitar 103,5 persen menjadi Rp538,33 miliar pada 2016 dibandingkan dengan realisasi laba bersih 2015 sebesar Rp264,49 miliar.
Menurut Mark Julian Wakeford, Direktur Utama SIMP, lonjakan tersebut disebabkan oleh kenaikan laba usaha dan laba selisih kurs seiring dengan pemulihan harga jual komoditas sawit di pasaran dunia.
Dalam keterangan tertulis, Rabu (01/03/2017), Mark mengemukakan, penjualan SIMP pada 2016 tumbuh 5 persen menjadi Rp14,53 triliun dibandingkan pada satu tahun sebelumnya sebesar Rp13,84 triliun. Itu berkat kenaikan penjualan di divisi minyak dan lemak nabati perseroan dan peningkatan harga jual rata-rata produk sawit dan gula.
Mark menuturkan, laba kotor SIMP pada 2016 meningkat 11 persen menjadi Rp3,45 triliun dibandingkan sebesar Rp3,10 triliun pada 2015. Dengan demikian, marjin laba kotor SIMP pada 2016 tercatat sebesar 24 persen yang didukung oleh kenaikan harga jual rata-rata produk sawit dan gula.
Sementara itu, demikian Mark, laba usaha naik 26 persen menjadi Rp2,05 triliun pada 2016 dengan marjin laba usaha sebesar 14 persen. Hal itu didukung oleh kenaikan laba kotor, penurunan biaya operasional dan administrasi, penurunan biaya operasional lainnya serta kenaikan pendapatan yang berasal dari pengoperasian bisnis lainnya.
Mark menjelaskan, badai El Nino yang mulai terjadi pada 2015 lalu sangat mempengaruhi produksi tandan buah segar (TBS) dan produksi CPO perseroan pada 2016. Produksi TBS turun 13 persen menjadi 2,98 juta ton pada 2016 dan produksi CPO perseroan susut 17 persen menjadi 833.000 ton. Kendati mengalami hal buruk seperti ini, SIMP masih mampu meraih lonjakan laba yang signifikan pada tahun lalu.***
Salim Ivomas Pratama Raih Lonjakan Laba Bersih pada 2016
PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), produsen barang-barang konsumsi berbahan baku minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO), mencatatkan lonjakan laba bersih sekitar 103,5 persen menjadi Rp538,33 miliar pada 2016 dibandingkan dengan realisasi laba bersih 2015 sebesar Rp264,49 miliar.