INDUSTRY.co.id - Jakarta - Startup bursa jual beli aset kripto, Tokocrypto resmi umumkan kerja sama strategis dengan salah satu perusahaan blockchain teknologi asal Vietnam, TomoChain.
Bagi Tomochain, proyek ini merupakan kali ketiga dalam pengembangan blockchain teknologi setelah beberapa waktu lalu hadir di Vietnam, Jepang, dan Singapura.
Kerja sama strategis tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan oleh CEO Tokocrypto Pang Xue Kai dan Son Nguyen, Co-founder & CTO TomoChai di The Hook Restorant, Jakarta, Kamis (28/3).
Dalam sambutannya, Pang Xeu Kai mengungkapkan, kerja sama ini bertujuan untuk mendorong revolusi industri berbasis teknologi di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi blockchain.
"Dengan kerja sama ini, kami ingin membawa teknologi blockchain ke Indonesia. Pasalnya, teknologi blockchain punya potensi besar mendongkrak Indonesia ke level atas," kata Kai.
Ditambahkan Kai, Tokocrypto merasa bangga dapat bekerjasama dengan sebuah platform blockchain yang dapat bekerja secara lebih cepat, efisien, dan dapat disesuaikan dengan mudah oleh para programer.
"Dengan kerjasama ini, Tokocrypto berharap dapat mendorong penerapan teknologi blockchain di Indonesia untuk kepentingan umum yang lebih luas," terangnya.
Menurutnya, kerja sama ini sejalan dengan strategi bisnis Tokocrypto yang disebut Tokocrypto Ecosystem dimana salah satunya Tokocrypto Launchpad inisiatif, yang mana bertujuan untuk membantuk proyek blockchain lokal maupun asing untuk mengembangkan dan menghubungkan proyek mereka ke publik Indonesia.
Sebagai bursa jual beli aset kripto terdepan di Indonesia, Tokocrypto terus melakukan pengembagan untuk memberikan yang terbaik bagi penggunanya. Dalam waktu dekat, Tokocrypto akan menjadi Regional Stablecoin Gateway dengan meluncurkan 5 stablecoin baru di Tokocrypto Digital Exchange.
Saat ini, Tokocrypto juga telah meluncurkan fitur Private Trading, yang memungkinkan premium dan institusional member untuk melakukan transaksi dalam volume besar melalui over-the-counter (OTC) dengan biaya transaksi Rp0,-.
Saat ini, Private trading dapat dilakukan pada 10 koin, yaitu BTC, BCH, ETH, XRP, DGX, USDT, USDC, USDS, PAX, dan GUSD.
"Kerjasama strategis dengan TomoChain diharapkan dapat menambah nilai dari Tokocrypto sebagai tempat tempat jual beli aset kripto terdepan. Kami berharap TomoChain juga dapat mendorong penerapan teknologi blockchain di Indonesia," tambah Kai.
Disisi lain, Son Nguyen menyakini bahwa teknologi ini tidak hanya dapat merubah industri keuangan, namun namun teknologi secara lebih luas.
"Idenya di sini adalah startup dan perusahaan yang sudah mapan dari bidang yang berbeda di Indonesia pastinya memiliki informasi yang dapat digabungkan tengan teknologi blockchain untuk membuat sebuah proyek blockchain baru. Melalui kerja sama ini, kita berharap blockchain dapat menjadi solusi dari permasalahan perusahaan maupun startup terkait," katanya.
Didirikan pada 2016, TomoChain dikembangkan dengan tujuan untuk merancang platform yang memberikan kesempatan kepada developers dimana saja, akses ke infrastruktur global yang akan membuka peluang-peluang baru.
Dan TomoChain ingin menjadi pemain utama dalam menerbitkan token dan pengembangan DApps, aplikasi desentralisasi yang berjalan dalam jaringan peer-to-peer dengan protokol otomatis.
"Saya percaya bahwa kita dapat meluncurkan solusi untuk meningkatkan kemampuan yang ada saat ini dalam 3-5 tahun kedepan. Pengembangan ini akan memungkinkan blockchain untuk melakukan transaksi 30.000-40.000 per detik, atau setara dengan apa yang dilakukan Visa," tutup Son.