Label Rans Music Mulai Menggebrak Bersama Band Legenda 90-an

Oleh : Amazon Dalimunthe | Selasa, 26 Maret 2019 - 08:18 WIB

Para Pendiri Rans Music, Ferdy, Lucky, Nagita Slavina dan Didi Elemen.
Para Pendiri Rans Music, Ferdy, Lucky, Nagita Slavina dan Didi Elemen.

INDUSTRY.co.id - JAKARTA—Jika perusahaan rekaman rintisan biasanya memulai dengan menghadirkan artis penyanyi baru , Rans Music yang didirikan oleh Raffi Ahmad bersama istrinya Nagita Slavina dibantu oleh Ferdy, Lucky dan Didi ( yang ketiganya merupakan personil band Element), justru memulainya dengan menghadirkan kelompok musik yang berjaya di era tahun 90 an. Ini adalah sebuah terobosan untuk menembus pasar musik kita yang saat ini dianggap sedang lesu.

Perusahaan rekaman atau label Rans Music terbentk secara tidak sengaja. “Awalnya, aku sama Raffi punya YouTube Channel Rans entertaiment. Konten itu ada Rans music. Aku nyanyi bareng bintang tamu penyanyi dalam negeri. Sampai suatu hari bintangnya adalah Element band. Akhirnya kita bicara soal konsep bikin label musik untuk iikut memajukan musik Indonesia," kata Nagita Slavina.

Kini Rans Music sudah berdiri  dengan unit usaha yang terdiri dari Label Musik, Produksi Musik, Management Artis, Studio Rekaman dan studio latihan, serta menyediakan konten digital. Dan sebagai gebrakan pertama, Rans Music meluncurkan produk  pertama melalui konsep The Legends.

The Legends menggabungkan para penyanyi atau musik di era  tahun 90an dengan penyanyi atau artis yang sedang populer di era sekarang."Kenapa kita pilih band-band tahun 90-2000an? Karena keadaan kita kangen musik zaman dulu yang menurut kita bagus dan berpotensi.," tandas Ferdy yang banyak mengurusi music dan repertoar.

Musisi yang tergabung di The Legends adalah Coboy + Gisel dengan lagu Katakanlah, Caffeine + Widi Vierratale dengan lagu Hidupku Kan Damaikan Hatimu, Junior Reborn + Gading Marten dengan lagu Bujangan.

Kemudian, ada juga Lingua + Syifa Hadju dengan lagu Jangan Kau Henti Dulu, Bunglon + Monita Tahalea dengan lagu Dulu, The Fly + Nagita Slavina dengan lagu Terbang, Bunga + Ayushuiita dengan lagu Kasih Jangan Kau Pergi, dan Element Reunion + (TBC) dengan lagu Cinta Tak Bersyarat.

Lagu lagu dari grup grup di atas, menurt Ferdy Taher masih terus diputar ulang di radio radio dan juga melalui kanal media social. ‘Kita akui memang peranan media social yang dijaman kita tampil dulu belum ada, kini memegang peranan penting untuk memviralkan sebuah lagu. Nah Rans Music juga akan menggunakan media sosial, selain juga Radio  televise dan media massa untuk terus mempromosikan karya larya Rans music, “ katanya.

Sementara itu Didi Riyadi mengatakan sejak Rans Music berdiri mereka sama sekalai tidak kesulitan untuk mendapatkan grup grup band yang akan mereka ajak bergabung. “Rata rata mereka sudah lepas kontrak dengan label mereka sebelumnya. Itu yang memudahkan kami untuk mengajaknya. Yang masih terikat kontrak, kita selesaikan dengan cara yang sebaik baiknya. Tapi kalau yang masih ribet, ya kita minta mereka selesaikan sendiri dulu,” terag Didi yang sempat meloncat sebagai pemain sinetron ini.

Frans Mohede dari Lingua band menambahkan grupnya senang bergabung dengan Rans music karena merasa mendapat naungan untuk mengembangkan potensi music yang mereka miliki. “sekarang dimulai dari lagu lama dulu untk memperkenalkan kembali kehadiran kami. Selanjutnya tentu dengan lagu baru yang merupakan karya kami sendiri, “ ujar Frans didampingi istrinya Amara. (AMZ)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (dok INDUSTRY.co.id)

Senin, 18 November 2019 - 16:00 WIB

Kinerja Emiten Selama 9 bulan Rendah, Bahana Pangkas Proyeksi Indeks 2019

Hampir keseluruhan emiten yang sudah melantai di bursa efek Indonesia (BEI) telah melaporkan kinerja keuangan selama sembilan bulan tahun ini, beberapa emiten masih memperlihatkan kinerja positif,…

Untouchables, Pameran Bersama Nunung WS-Natisa Jones

Senin, 18 November 2019 - 16:00 WIB

Untouchables, Pameran Bersama Nunung WS-Natisa Jones Ciptadana Art Program 2019

Memutarbalikkan yang tak tersentuh dalam jangkauan kita adalah inti dari kreativitas dan merupakan wilayah dari seniman yang ditampilkan dalam Pameran Program Seni 2019 dan Kalendar Seni 2020…

Industri mainan anak (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 18 November 2019 - 15:45 WIB

Kemenperin Bakal Rebut Pasar Mainan Anak di AS

Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China menjadi peluang bagi industri mainan anak dalam negeri untuk memperluas pasar ekspor ke AS.

Mesin Setor Tarik (CRM) BCA Pecahkan Rekor MURI

Senin, 18 November 2019 - 15:30 WIB

Mesin Setor Tarik (CRM) BCA Pecahkan Rekor MURI

Berkat performa yang solid dan transformasi digital mutakhir yang dibangun, BCA diapresiasi melalui penganugerahan Rekor Muri sebagai ”Bank Swasta Nasional yang Memiliki Jumlah Mesin ATM Setor…

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih

Senin, 18 November 2019 - 14:05 WIB

Sampai Akhir Tahun 2019, Kemenperin Bidik Ekspor Industri Aneka Tembuh USD 4,66 Miliar

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pertumbuhan ekspor industri Aneka dalam negeri mampu mencapai 10 persen pada akhir tahun 2019.