INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan roda empat atau mobil pada saat ini ternyata bukan merupakan kebutuhan barang mewah (lux) lagi. Itu terlihat dari banyaknya animo masyarakat, khususnya nasabah Bank BCA, yang membeli mobil secara kredit lewat ajang BCA Expoversary 2019 yang baru saja diselenggarakan pada 22-24 Februari 2019.
Menurut Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur Bank BCA, sepanjang perhelatan BCA Expoversary 2019 lalu, Bank BCA berhasil menyalurkan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), terutama mobil, bagi 4.400 mobil dari berbagai merek dengan tingkat suku bunga terendah 3,5% per tahun.
“Tidak saja mobil, Bank BCA di ajang tersebut juga berhasil menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi hampir 2.000 rumah dengan tingkat bunga terendah 5,6% per tahun,” ujar Jahja di sela-sela acara paparan kinerja BCA 2018 di Jakarta, Kamis (28/02/2019).
Jahja mengemukakan, animo masyarakat untuk membeli sudah mobil terlihat sejak hari pertama penyelenggaraan acara tersebut, ketika Bank BCA memperoleh order pembelian mobil secara kredit sebanyak lebih dari 1.156 unit. Kendati permintaan cukup tinggi, tetapi Bank BCA masih harus tetap menjaga agar pertumbuhan kreditnya harus tetap prudent.
Jahja menuturkan, pertumbuhan kredit Bank BCA setiap tahunnya tidak dapat ditargetkan secara angka-angka. Pasalnya, jika target tersebut tetap dipaksakan, maka sumber daya manusia Bank BCA yang mengelola kredit tersebut akan terus terpaku untuk mengejar target tersebut agar dapat tercapai.
“Untuk tahun ini, pertumbuhan kredit Bank BCA akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya tahun ini adalah tahun politik, kemudian diikuti oleh ketersediaan likuiditas, terutama terhadap kredit macet (non-performing loan), serta dampak dari kebijakan The Fed jika akan terus menaikkan tingkat suku bunganya,” papar Jahja.
Karena itu, demikian Jahja, target pertumbuhan kredit Bank BCA pada 2019 ini cenderung konservatif, yaitu antara 8-9%. “Akan tetapi, jika ekonomi Indonesia dapat tumbuh dengan baik dan tingkat suku bunga saat ini dapat terus dipertahankan, maka ada kemungkinan pertumbuhan tersebut dapat mencapai 10%,” pungkas Jahja. (Abraham Sihombing)