Pertumbuhan WSBP di Tengah Besarnya Kebutuhan Infrastruktur

Oleh : Wiyanto | Kamis, 07 Februari 2019 - 07:25 WIB

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) (Foto Ist)
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id -

Jakarta Pembangunan infrastruktur sangat penting untuk meningkatkan perekonomian Indonesia. Sebab, infrastruktur tak sekadar beton yang dibangun di atas tanah, melainkan dapat menciptakan kegiatan ekonomi di sekitarnya.

Saat ini, Indonesia masih membutuhkan lebih banyak pembangunan infrastruktur. Peneliti dari Core Indonesia Hendri Saparini bahkan menggambarkan Indonesia sebagai lahan kosong yang masih membutuhkan jalan, pelabuhan, dan lain-lain. Setidaknya ada tiga fungsi terkait infrastruktur, yaitu peningkatan efisiensi, pemerataan, dan penyediaan sarana kebutuhan publik.

Dalam APBN 2019, pemerintah menyiapkan anggaran infrastruktur sebesar Rp 415 triliun untuk mendukung konektivitas, penyediaan perumahan, dan ketahanan pangan.

Target pembangunan infrastruktur tersebut antara lain pembangunan jalan sepanjang 1.837 kilometer dan jembatan sepanjang 37.177 meter. Selain itu, pemerintah akan membangun 16 proyek jalan tol.

Anggaran infrastruktur juga untuk melanjutkan pembangunan bendungan sebanyak 48 unit. Kemudian jalur kereta api sepanjang 394,8 km, menyelesaikan bandara baru di empat lokasi, dan membangun jaringan irigasi sebanyak 170,4 ribu hektare.

Selain berdampak positif terhadap ekonomi nasional dan kebutuhan masyarakat, pembangunan infrastruktur juga bakal menopang pertumbuhan kinerja sejumlah perusahaan di sektor tersebut. Salah satunya PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), produsen beton pracetak (precast) dan beton cair (ready mix) terbesar di Tanah Air.

Tahun lalu, kapasitas produksi anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT) tersebut mencapai 3,5 juta ton, meningkat 7,7% dibandingkan 2017 yang sebanyak 3,25 juta ton. Kapasitas tahun lalu juga telah meningkat 32% dibandingkan 2016 yang sebanyak 2,65 juta ton. Tahun 2016 adalah tahun pelaksanaan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham WSBP.

Saat ini, WSBP memiliki 11 plant yang tersebar di sejumlah daerah, yaitu Cibitung, Palembang, Karawang, Subang, Sadang, Sidoarjo, Kalijati, Bojonegara, Klaten, Gasing, dan Legundi. Perseroan juga memiliki 72 batching plant.

Tahun lalu, nilai kontrak baru WSBP mencapai Rp 6,66 triliun. Adapun total kontrak yang dikelola (order book) senilai Rp 17,34 triliun, termasuk kontrak bawaan (carry over) tahun 2017 sebesar Rp 10,68 triliun.

Sementara itu, pendapatan perseroan hingga kuartal III-2018 sebesar Rp 5,43 triliun, naik 8,3% dibandingkan periode sama tahun 2017 yang sebesar Rp 5,01 triliun. Laba bersih naik 7,2% menjadi Rp 885 miliar dari Rp 825 miliar. Adapun gearing ratio per kuartal III-2018 sebesar 75,4%, gross margin 28,7%, dan net profit margin 16,3%.

Tahun ini, WSBP akan tetap mempertahankan kinerjanya, baik dari sisi pendapatan usaha, laba, dan nilai kontrak baru. Pada 2019, perseroan menargetkan laba naik sekitar 19% dibandingkan 2018. Perusahaan juga menargetkan nilai kontrak baru 2019 sebesar Rp 10,39 triliun, baik dari proyek internal maupun eksternal, kata Direktur Utama WSBP Jarot Subana.

Perseroan optimistis pendapatan 2019 mencapai Rp 9,37 triliun dan laba bersih Rp 1,31 triliun. Adapun anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar Rp 922,96 miliar.

Sementara itu, pada akhir 2018, WSBP telah menerima pembayaran sebesar Rp 1,8 triliun untuk proyek turnkey jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) dan proyek lainnya.

Dengan pembayaran tersebut, Waskita Precast dapat menutup akhir 2018 dengan membukukan arus kas (cashflow) operasional positif yang signifikan sekitar Rp 1,4 triliun, dibandingkan 2017 yang minus Rp 2,4 triliun dan 2016 yang minus Rp 3 triliun.

"Pada 2018, arus kas dari operasional perusahaan surplus. Penerimaan termin yang masuk sampai November sebesar Rp 9,6 triliun, lalu kami terima lagi termasuk dari proyek lainnya sebesar Rp 1,8 triliun pada akhir 2018. Jadi, totalnya sekitar Rp 11,4 triliun, ungkap Direktur Keuangan WSBP Anton YT Nugroho.

WSBP telah menuntaskan proyek tol Becakayu yang merupakan proyek turnkey pertama perseroan. Proyek turnkey memiliki margin yang lebih besar dibandingkan non-turnkey. Namun, sebagai kompensasi, kontraktor harus siap pendanaan sampai proyek selesai.

Saham Menarik

Kalangan analis menilai saham WSBP menarik untuk investasi. Selain itu, strategi manajemen menjadikan WSBP sebagai perusahaan pracetak terintegrasi dari hulu ke hilir juga bakal memperkuat prospek usaha perseroan ke depan. Adapun strategi perseroan untuk mengurangi proyek turnkey menjadi tambahan sentimen positif terhadap pergerakan harga sahamnya.

Research Associate MNC Sekuritas Muhammad Rudy Setiawan dalam risetnya, mengungkapkan, pihaknya mempertahankan proyeksi kontinuitas pertumbuhan kinerja keuangan WSBP ke depan. Laba bersih diperkirakan meningkat menjadi Rp 1,39 triliun pada 2019 dibandingkan target 2018 sebesar Rp 1,2 triliun dan perolehan tahun 2017 yang sebesar Rp 1 triliun.

Pendapatan WSBP juga diproyeksi meningkat menjadi Rp 9,47 triliun pada 2019 dibandingkan target 2018 yang sebesar Rp 8,49 triliun dan realisasi tahun 2017 yang sebesar Rp 7,1 triliun.

Menurut dia, keinginan manajemen untuk menerapkan integrasi bisnis mulai dari hulu ke hilir akan berdampak terhadap kenaikan margin keuntungan perseroan dalam jangka panjang. Integrasi bisnis akan dilaksanakan dengan mengakuisisi perusahaan penyedia bahan baku produksi, seperti tambang pasir, produsen besi, dan lainnya.

WSBP juga berniat melanjutkan peningkatan kapasitas produksi beton precast menjadi 3,75 juta ton per tahun. Strategi ini akan menjadikan perseroan siap dalam menghadapi tren pertumbuhan infrastruktur ke depan.

MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli WSBP dengan target harga Rp 500. Target ini merefleksikan perkiraan rasio PE 2019 sebesar 9,44 kali dan PBV sebesar 1,56 kali, dengan outlook positif.

Sementara itu, analis Danareksa Sekuritas Maria Renata dalam risetnya, mengungkapkan, WSBP menunjukkan pertumbuhan kinerja keuangan yang moderat hingga kuartal III-2018. Realisasi kinerja keuangan tersebut telah melampaui perkiraannya. Perolehan laba bersih WSBP hingga September 2018 merefleksikan 84,9% dari target Danareksa dibandingkan dalam dua tahun terakhir yang rata-rata mencapai 72,1%.

Pihaknya juga memberikan pandangan positif atas target kontrak baru WSBP pada 2019. Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham WSBP dengan target harga sebesar Rp 500.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

GoJek Indonesia (Foto : Anisa Triyuli)

Kamis, 23 Mei 2019 - 10:03 WIB

Cegah Perang Tarif, Pemerintah Bakal Atur Tarif Promo Ojek Online

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana mengatur program diskon atau tarif promo yang dikeluarkan oleh aplikator ojek online (ojol). Langkah ini untuk menghindari 'perang harga' yang tidak…

teamLab Future Park and Animals of Flowers, Symbiotic Lives mulai dibuka tanggal 20 Juni – 20 Desember 2019 di Gandaria City, Jakarta

Kamis, 23 Mei 2019 - 09:50 WIB

Sorak Gemilang Entertainment Hadirkan Teamlab Future Park And Animals Of Flowers

TeamLab Future Park and Animals of Flowers, Symbiotic Lives adalah pameran seni interaktif terbesar di Jakarta menggunakan teknologi digital. Pameran ini mengangkat tema utama ‘Co-Creation’…

Kapal pengangkut batu bara (ist)

Kamis, 23 Mei 2019 - 09:30 WIB

Trans Power Marine Bagikan Dividen Tunai Sekitar 64% Dari Laba Bersih Tahun 2018

Jakarta-Pada tahun 2018, volume produksi batu bara nasional mengalami kenaikan sekitar 15% menjadi 528 juta ton yang didukung oleh peningkatan permintaan aktivitas ekspor batu bara, sehingga…

Manajemen Angkasa Pura I paparkan kesiapan, layanan, dan Posko Angkutan Lebaran bandara-bandara AP I

Kamis, 23 Mei 2019 - 07:02 WIB

Sambut Lebaran, Angkasa Pura I Gelar Posko Angkutan Udara Lebaran 2019

Jakarta-Sebagai upaya untuk mendukung program pemerintah dalam melancarkan arus mudik dan balik Lebaran 2019, Angkasa Pura I menyelenggarakan Posko Angkutan Udara Lebaran Terpadu di seluruh…

RUPST setujui pembagian dividen Rp1,23 triliun atau setara Rp207,64 per saham, dan akan dibayarkan satu bulan setelah RUPST disepakati

Kamis, 23 Mei 2019 - 06:46 WIB

SMGR Sebar Dividen Rp207,64 per Saham

Jakarta-Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), di Jakarta, Rabu (22/5/2019), RUPST memutuskan untuk membagikan dividen kepada pemegang…