Kemenperin: Kebutuhan GKR untuk Industri Naik 6 Persen per Tahun

Oleh : Ridwan | Rabu, 16 Januari 2019 - 06:00 WIB

Ilustrasi Gula Rafinasi (ist)
Ilustrasi Gula Rafinasi (ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kementerian Perindustrian memproyeksi kebutuhan gula kristal rafinasi (GKR) untuk sektor industri makanan dan minuman serta industri farmasi naik sebesar 5-6 persen per tahun.

Peningkatan ini mengikuti pertumbuhan kedua sektor industri tersebut yang mampu di atas 7 persen per tahun.

"Pada periode Januari-September 2018, industri makanan dan minuman tumbuh mencapai 9,74 persen, sedangkan industri farmasi tumbuh 7,51 persen pada kuartal I tahun 2018. Kami pun memproyeksi pertumbuhan kedua sektor itu mampu di atas 7-8 persen pada tahun 2019," kata Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono di Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Sigit menjelaskan, kinerja positif yang akan dicatatkan industri makanan dan minuman di tahun politik ini karena adanya kegiatan Pileg dan Pilpres serentak pada 17 April 2019. Momentum ini dinilai bakal membuat lonjakan terhadap konsumsi produk makanan dan minuman.

"Sementara itu, kami perkirakan pertumbuhan industri farmasi mampu menembus level 7-10 persen di tahun 2019. Selain dipacu peningkatan investasi, kinerja positif industri farmasi terkatrol dengan adanya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)," paparnya.

Menurut Sigit, program JKN itu masih menjadi magnet bagi investor untuk ekspansi, karena dapat meningkatkan permintaan di pasar domestik.

Untuk itu, dalam menjaga keberlanjutan produktivitas di sektor industri, Kemenperin terus berupaya memastikan ketersediaan bahan baku. Selama ini, aktivitas manufaktur konsisten memberikan efek berantai bagi perekonomian nasional, di antaranya melalui peningkatan pada nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, dan penerimaan devisa dari ekspor.

"Salah satunya adalah kebutuhan GKR. Pada tahun 2018, realisasi penyaluran GKR untuk industri makanan dan minuman, serta farmasi sebesar 3,0 juta ton, yang dipenuhi oleh pabrik GKR yang mengolah gula mentah (raw sugar/RS) impor sebesar 3,2 jt ton," ungkap Sigit.

Menurutnya, rekomendasi impor yang dikeluarkan Kemenperin berupa impor gula mentah diberikan kepada industri yang mengolah gula mentah menjadi GKR untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri makanan dan minuman, serta farmasi.

Lebih lanjut, impor gula mentah yang akan diolah menjadi GKR dalam rangka memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman hanya 2,8 juta ton pada tahun 2019, turun sekitar 12,5 persen dibandingkan tahun 2018 walaupun pertumbuhan industri makanan dan minuman di tahun ini diprediksi tetap naik di atas 8 persen. 

"Impor gula mentah selama ini didatangkan dari India, Thailand, Australia, dan Brasil," sebutnya.

Sigit menambahkan, pemerintah berupaya menekan volume impor dengan menggenjot investasi industri gula terintegrasi dengan kebun.

"Saat ini, sudah ada tiga investor yang menyatakan berkomitmen berinvestasi di sektor ini. Pabrik gula terintegrasi yang selesai baru satu dari tiga yang saat ini sedang melakukan investasi," imbuhnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Rizal Ramli (dok RMOL)

Kamis, 25 April 2019 - 23:23 WIB

Rizal Ramli: Target Ekonomi Tahun 2020 Mediocre, Ngapain Jadi Presiden Lagi?

Target pertumbuhan ekonomi yang dipatok pemerintah Jokowi sebesar 5,3-5,6% untuk tahun 2020 sangat mengecewakan. Karena, angka itu nyaris sama dengan kinerjanya selama 4,5 tahun terakhir yang…

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita Kordinasi perunggasan

Kamis, 25 April 2019 - 23:08 WIB

Kementan Lakukan Koordinasi Bahas Strategi dan Kebijakan Perunggasan Nasional

Depok, Kementan terus lakukan koordinasi bahas Strategi kebijakan mendukung usaha perunggasan nasional, sejak diberlakukannya Permentan Nomor 32 tahun 2017 tentang Penyediaan, Peredaran, dan…

 Lokasi pameran rangkaian sepeda motor Harley-Davidson dalam ajang IIMS 2019

Kamis, 25 April 2019 - 21:42 WIB

Ini Dia Deretan Motor Unggulan Harley Davidson di IIMS 2019

Harley-Davidson Motor Company kembali berpartisipasi dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019. Ini merupakan keikutsertaannya yang kedua dalam dua tahun berturut-turut.

Ilustrasi transaksi bawang putih di pasar. (Foto: Halo Malang)

Kamis, 25 April 2019 - 21:24 WIB

Kemendag Izinkan Delapan Perusahaan Impor Bawang Putih

Kementerian Perdagangan mengeluarkan surat persetujuan impor bawang putih untuk delapan perusahaan seiring melonjaknya harga bawang putih dalam beberapa pekan terakhir ini.

Kapal yang terbakar

Kamis, 25 April 2019 - 19:14 WIB

Kapal MOS Meledak, Kemnaker Tuntut Bayar Hak Korban

Jakarta - Pengawas Ketenagakerjaan masih Selidiki Kecelakaan Kerja di Karimun Kepri, akibat terbakarnya kapal yang terjadi di PT Multi Ocean Shipyard (MOS), Karimun, Kepulauan Riau.