Wiranto: Pemerintah Berupaya Mengusut Teror Bom di Rumah Pimpinan KPK

Oleh : Herry Barus | Rabu, 09 Januari 2019 - 15:28 WIB

Menko Polhukam Wiranto
Menko Polhukam Wiranto

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto meminta masyarakat untuk tidak terlalu meramaikan insiden teror bom molotov di kediaman dua komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Aksi teror bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja untuk menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, kata Wiranto, sehingga Pemerintah telah berupaya mengusut insiden tersebut.

"Jadi jangan kita ributkan, ada saja orang-orang setiap saat seperti itu. Kita (Pemerintah) tinggal mengusut, polisi sudah 'nangkep', sudah ada identifikasi manusianya siapa, kejar, tangkap, diproses latar belakangnya apa," kata Wiranto usai mengikuti rapat terbatas rehabilitasi dan rekonstruksi bencana di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Rabu (9/1/2019)

Wiranto mengatakan seluruh pihak harus dapat menjaga keamanan di Indonesia, khususnya dalam kurun waktu tiga bulan menjelang Pemilihan Umum 2019 pada April mendatang.

"Intinya kita tidak ingin menjelang Pemilu itu, kita kan kurang tiga bulan lagi, untuk membuat masyarakat resah, membuat masyarakat terancam. Itu dari mana pun, dari siapa pun, kita sedapat mungkin sudah dapat menangkalnya. Itu yang penting," tambahnya.

Wiranto juga telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan deteksi dini dan analisa indikasi terkait potensi aksi teror yang bisa muncul, khususnya menjelang pesta demokrasi di Indonesia.

"Teror itu kan untuk membuat tidak aman, itu yang kita cegah. Oleh karena itu BNPT, kepolisian selalu melakukan deteksi dini, melakukan suatu analisa indikasi seperti itu," ujarnya.

Teror bom molotov terjadi di kediaman Ketua KPK Agus Rahardjo di Bekasi, Jawa Barat dan Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif di Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019)

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi M Iqbal seperti dilansir Antara mengatakan pihaknya sedang memeriksa saksi dan rekaman kamera pengintai CCTV di dua rumah tersebut. Iqbal juga meminta masyarakat untuk tidak berasumsi selain menunggu hasil penelitian polisi.

"Mohon kejadian ini tidak di-framing macam-macam. Biarkan Polri mengungkap kasus ini," katanya.

Iqbal mengatakan saksi di kediaman Laode mengaku ada bunyi dari bom molotov tersebut, sementara saksi di rumah Agus menyatakan tidak mendengar suara apa pun.

Sekitar pukul 05.30 WIB, sebuah botol berisi spiritus dan sumbu api tergeletak depan rumah Laode di  Jalan Kalibata Selatan No.42C, RT01/RW03, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.

Sementara itu, bom pipa ditemukan di kediaman Agus Raharjo di Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Bekasi pada Rabu pukul 06.30 WIB

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Satgas Pamtas Yonif 642 Jalankan Protokol Kesehatan Terhadap Pekerja Migran

Kamis, 26 November 2020 - 05:00 WIB

Satgas Pamtas Yonif 642 Jalankan Protokol Kesehatan Terhadap Pekerja Migran

Pengawasan dilakukan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas, Pos Kout Jagoi Babang bersama dengan Karantina Kesehatan Jagoi Babang, Imigrasi Jagoi Babang, Bea Cukai Jagoi Babang dan Babinsa…

Tingkatkan Pemahaman Peraturan Militer Wajib Dimiliki Prajurit TNI

Kamis, 26 November 2020 - 04:30 WIB

Tingkatkan Pemahaman Peraturan Militer Wajib Dimiliki Prajurit TNI

Kapusjaspermildas TNI mengatakan bahwa setelah kembali ke kesatuan masing-masing, para mantan peserta penataran harus mampu menjadi pelopor penerapan Permildas TNI secara baik dan benar dengan…

Diego Maradona (Fotos Ist)

Kamis, 26 November 2020 - 04:29 WIB

Diego Maradona Tinggalkan Lapangan Sepakbola Selamanya

Maradona memenangkan Piala Dunia 1986 untuk Argentina setelah mencetak gol yang fantastis dan kelak membuatnya dikenal sebagai “Tangan Tuhan” ketika melawan Inggris di perempat final.

 Masyarakat Asli Papua Tegas Tolak Keberadaan OPM

Kamis, 26 November 2020 - 04:00 WIB

Masyarakat Asli Papua Tegas Tolak Keberadaan OPM

Dalam kesempatan itu, Jembatan Murib juga mengucapkan terima kasih kepada aparat keamanan yakni TNI-Polri, yang telah memberikan rasa aman kepada masyarakat di Kabupaten Puncak. Sehingga aktivitas…

Ilustrasi Gedung KPK

Rabu, 25 November 2020 - 21:44 WIB

Dugaan Korupsi Pembangunan Gereja Kingmi Tertahan di Penyelidikan

Kasus dugaan korupsi pembangunan Gereja Kingmi di Mile 32, Mimika, Papua, tahun anggaran 2015, masih tertahan di penyelidikan.