INDUSTRY.co.id, Jakarta- Kepala Satuan Komunikasi Corporate PT PLN (Persero) mengatakan 250 peserta family gathering yang terdiri dari pegawai dan keluarganya, turut menjadi korban gelombang tsunami. Dan sembilan diantaranya tewas dalam kejadian tersebut.

Ia mengatakan, PT PLN Transmisi Jawa Barat - Banten dan keluarga mereka berkumpul di pinggir pantai sambil menikmati pertunjukan dari band seventeen ketika tiba-tiba gelombang laut menerjang mereka.

"Total yang teridentifikasi baru sembilan. Sebanyak 133 orang ditemukan selamat dan 19 orang belum ditemukan," ujarnya , Minggu (23/12/2018).

"Beberapa yang luka-luka di bawa ke rumah sakit terdekat dan ke Cinere," lanjutnya.

Sementara, korban yang mengalami luka sebanyak 24 orang sudah dibawa ke rumah sakit terdekat. Namun, ada beberapa di antara mereka yang masih berada di posko pelaporan. 

Sebelumnya BMKG menyatakan bahwa gelombang tinggi yang menerjang pantai di sekitar Selat Sunda adalah tsunami.

Hasil pengamatan menunjukkan tinggi gelombang masing-masing 0.9 meter di Serang pada pukul 21.27 WIB, 0,35 meter di Banten pada pukul 21.33 WIB, 0,36 meter di Kota Agung pada pukul 21.35 WIB, dan 0,28 meter pada pukul 21.53 WIB di Pelabuhan Panjang.

Meski menyatakan tsunami, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rachmat Triyono menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada aktivitas seismik di sekitar lokasi gelombang tinggi.

Tsunami kemungkinan disebabkan longsor bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dan gelombang pasang akibat bulan purnama.

Kabar terbaru tercatat sudah ada 43 orang dinyatakan meninggal dunia, 584 orang luka-luka dan 2 orang hilang.