INDUSTRY.co.id -Jakarta - Sebagai anak usaha dari PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Pelindo II, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC) telah melantai pada 9 Juli 2018 dengan menawarkan jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 509.147.700 lembar saham. IPCC menjadi emiten ke 25 yang melantai di BEI pada tahun 2018.

Advertisement

Dari sisi kinerja, pendapatan IPCC dibukukan sebesar Rp383,8 miliar hingga periode yang berakhir pada 30 September 2018 atau naik 27,17% dibandingkan pendapatan pada periode sama tahun lalu yang sebesar Rp301,78 miliar. Sementara itu, laba tahun berjalan hingga September 2018 tercatat sebesar Rp146,63 miliar, meningkat 37,06% YoY. Operating profit marjin hingga akhir September 2018, tercatat 44,72 persen sehingga memberikan peluang yang baik bagi IPCC untuk dapat meningkatkan kinerja ke depannya seiring dengan meningkatnya aktivitas bongkar muat di pelabuhan.

"Dari hasil kinerja yang baik tersebut dan penilaian akan pencapaian kinerja ke depannya serta masih murahnya valuasi harga saat ini maka kami merekomendasikan *BUY*dengan target harga Rp2030," ujar analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (23/11/2018).

Advertisement

Meningkatnya mobilitas masyarakat yang dibarengi dengan kenaikan daya beli masyarakat turut memberikan imbas pada perseroan. Sebagai informasi, IPCC adalah satu-satunya operator terminal di Indonesia yang difungsikan khusus untuk kendaraan, di mana merupakan pengelola terminal mobil terbesar ketiga di Asia Tenggara dan terbesar ke 27 di dunia saat ini yang disiapkan tidak hanya untuk mobil, melainkan alat berat, truk, bus dan suku cadang. Perseroan mengelola lahan seluas 31 hektare dengan kapasitas 700 ribu unit kendaraan per tahun. Hingga tahun 2022, perseroan menargetkan perluasan lahan seluas 89,5 hektare dengan kapasitas 2,1 juta kendaraan sehingga perseroan diproyeksikan menjadi pengelola terminal mobil terbesar kelima di dunia.

Belum lama ini, IPCC menandatangani nota kesepahaman dengan PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) untuk mengoperasikan sejumlah dermaga dan petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Adapun Memorandum of Understanding (MoU) tentang Pengoperasian Bersama Dermaga dan Lapangan 106, 107, dan 108 di Pelabuhan Tanjung Priok. Pengoperasian bersama di dermaga dan lapangan 106, 107 dan 108 ini merupakan bagian dari program _Zoning System_ dan spesialisasi terminal operator di lingkungan kerja Pelindo II, di mana IPCC merupakan spesialis operator untuk kegiatan penanganan bongkar muat kendaraan, alat berat dan suku cadang.

Advertisement

Meski sebagai operator dermaga untuk kegiatan bongkar muat kendaraan namun, dari sisi operasional perseroan kami nilai memiliki prospek yang baik dan terdapat sejumlah peluang yang dapat dikembangkan. Adanya kerjasama pengelolaan lahan dengan PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) tentunya akan meningkatkan kapasitas loading dock IPCC. Aktivitas ekspor dan impor kendaraan tentunya harus melewati areal yang dimiliki oleh IPCC. Selain itu, IPCC juga mendapat dukungan penuh baik dari induk usaha, Pelindo II, maupun pemerintah.

Beberapa bulan sebelumnya, Pelindo II menyatakan kesiapannya memfasilitasi ekspor industri otomotif nasional seiring dengan peluncuran ekspor kendaraan utuh (CBU) PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia. Dengan meningkatnya aktivitas bongkar muat kendaraan beserta berbagai komponennya tentu akan memberikan nilai tambah bagi perseroan. Ke depannya, bukan tidak mungkin IPCC dapat melakukan akuisisi lahan untuk menambah kapasitas operasionalnya.

Advertisement