INDUSTRY.co.id - CIKARANG – Kawasan Industri Cikarang semakin memperkuat posisinya sebagai pusat aktivitas manufaktur dan logistik nasional. 

Seiring meningkatnya mobilitas pelaku usaha, tren staycation bisnis atau bleisure travel kini menjadi pilihan baru bagi para profesional yang ingin menggabungkan agenda pekerjaan dengan waktu istirahat tanpa harus meninggalkan kawasan industri.

Fenomena ini didorong oleh pesatnya pertumbuhan investasi di Kabupaten Bekasi yang mencapai Rp81,8 triliun sepanjang 2025, meningkat sekitar 13,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut turut meningkatkan kebutuhan akan akomodasi bisnis yang nyaman, strategis, dan mampu menunjang produktivitas para pebisnis.

Di sisi lain, sektor perhotelan di kawasan industri juga menunjukkan daya tahan yang positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang nasional pada 2025 mencapai 49,30 persen, sementara Kabupaten Bekasi membukukan TPK sebesar 43,88 persen pada Desember 2025.

Salah satu alasan utama meningkatnya tren staycation bisnis adalah lokasi Cikarang yang sangat strategis. Kawasan ini terhubung langsung dengan Tol Jakarta-Cikampek dan dikelilingi berbagai kawasan industri besar seperti Jababeka.

Keunggulan tersebut memudahkan pelaku usaha untuk berpindah dari pabrik, kantor cabang, hingga pusat distribusi dalam waktu yang lebih singkat. Efisiensi mobilitas ini membantu perusahaan menghemat waktu sekaligus menekan biaya operasional.

Tak hanya itu, hotel-hotel di kawasan Cikarang juga menghadirkan berbagai fasilitas yang mendukung kebutuhan perjalanan bisnis, mulai dari ruang rapat berkapasitas kecil hingga ruang pertemuan untuk kegiatan perusahaan berskala menengah. 

Sementara di Bekasi, hotel dengan fasilitas konvensi lengkap seperti HARRIS Hotel & Conventions Bekasi juga menjadi pilihan bagi perusahaan yang membutuhkan ruang pertemuan lebih besar.

Konsep bleisure travel, yaitu menggabungkan perjalanan bisnis dengan aktivitas rekreasi, kini menjadi tren global. Benchmark Asia Pacific 2025 mencatat hampir 70 persen pelaku perjalanan bisnis memilih memperpanjang masa menginap untuk menikmati waktu santai setelah menyelesaikan pekerjaan.

Perubahan pola perjalanan ini membuat perusahaan tidak lagi hanya mencari hotel yang memiliki ruang meeting, tetapi juga mengutamakan kenyamanan, suasana yang tenang, hingga fasilitas penunjang relaksasi agar produktivitas tetap terjaga.

Brand & Marketing Director Ascott Indonesia, Irene Janti, mengatakan bahwa tren staycation bisnis mencerminkan perubahan cara perusahaan dalam mendukung karyawan selama melakukan perjalanan kerja.

"Perusahaan kini mencari hotel bisnis yang tidak hanya menyediakan ruang meeting, tetapi juga menciptakan pengalaman menginap yang mendukung keseimbangan kerja dan kesejahteraan, sehingga produktivitas tetap terjaga tanpa mengorbankan kenyamanan," ujarnya.

Selain lokasi dan fasilitas, pengalaman menginap juga menjadi pertimbangan utama. Hal tersebut tercermin dari ulasan tamu bisnis yang pernah menginap di FOX Lite Hotel Cikarang.

Seorang tamu bernama Dini yang menginap pada April 2026 melalui ulasan di TripAdvisor menyebut kamar hotel terasa nyaman, bersih, serta memiliki kualitas makanan yang sesuai dengan selera Indonesia.

Testimoni tersebut menunjukkan bahwa aspek sederhana seperti kebersihan kamar, suasana yang tenang, hingga kualitas kuliner mampu memberikan pengalaman menginap yang lebih baik bagi tamu dengan jadwal kerja padat.

Dengan meningkatnya investasi, berkembangnya kawasan industri, serta perubahan pola perjalanan kerja menuju konsep bleisure, hotel bisnis di Cikarang diperkirakan akan terus mengalami pertumbuhan.