INDUSTRY.co.id -

Advertisement

Jakarta - Pergerakan imbal hasil obligasi AS yang kembali mengalami kenaikan setelah merespon kenaikan data ketenagakerjaan diharapkan tidak menghalangi peluang pasar obligasi dalam negeri untuk kembali mengalami kenaikan.

"Di sisi lain, juga diharapkan pergerakan Rupiah dapat kembali mengalami kenaikan untuk membantu penguatan pasar obligasi dalam negeri. Meski demikian, tetap cermati dan waspadai terhadap sentimen yang dapat membawa pasar obligasi melemah kembali," kata analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Senin (5/11/2018).

Advertisement

Pergerakan Rupiah yang kembali mengalami kenaikan memberikan imbas positif pada pasar obligasi dalam negeri sehingga membuat pergerakan imbal hasil obligasi bergerak turun. Pergerakan imbal hasil obligasi AS yang mulai bergerak naik mengantisipasi sejumlah data tampaknya tidak banyak berpengaruh karena terimbangi dengan sentimen positif dari dalam negeri. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata turun 10,13 bps; tenor menengah (5-7 tahun) turun 15,36 bps; dan panjang (8-30 tahun) turun 7,16 bps.

Laju pasar obligasi cenderung bergerak naik. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo 5 tahun dengan harga 90,69% memiliki imbal hasil 8,12% atau turun 0,09 bps dari sebelumnya di harga 90,33% memiliki imbal hasil 8,22%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo 20 tahun dengan harga 88,63% memiliki imbal hasil 8,72% atau turun 0,19 bps dari sehari sebelumnya di harga 87,01% memiliki imbal hasil 8,92%.

Advertisement

Pada Jumat (2/11), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price naik 0,72 bps di level 106,37 dari sebelumnya di level 105,61. Adapun, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price naik 0,51 bps di level 104,03 dari sebelumnya di level 103,50. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 8,39% dari sebelumnya di level 8,498% dan US Govnt bond 10Yr di level 3,23% dari sebelumnya di level 3,14% sehingga spread di level kisaran 516,8 bps lebih rendah dari sebelumnya 535,5.

Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya kembali turun. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak di kisaran level 10,01%-10,05%. Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,78%-10,82%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 11,98%-12,00%, dan pada rating BBB di kisaran 14,87%-14,90%.

Advertisement