INDUSTRY.co.id - Jakarta, Platform layanan ju beli cryptocurrency di Indonesia, Tokocrypto semakin gencar mengedukasi publik tentang bagaimana berinvestasi pintar secara online melalui aset digital. 

Advertisement

Pada kesempatan kali ini, Tokocrypto menggandeng Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jaya dalam penyelenggaraan Business Gathering bertema “The Importance of Smart Investing In This Era”, beberapa waktu lalu.

"Aset digital kripto sempat mendapat stigma negatif di masyarakat, dan melalui edukasi dan berbagai informasi ini, kami berharap stigma tersebut dapat berubah menjadi positif, dan masyarakat dapat memahami dunia aset digital kripto dan teknologi blockchain secara lebih mendalam," kata CEO Tokocrypto Pang Xue Kai saat dihubungi Industry.co.id di Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Advertisement

Menurutnya, setiap investasi memiliki resiko, termasuk investasi secara online. Maka penting bagi masyarakat untuk memahami platform yang akan terlibat. 

"Untuk mengurangi resiko dari berinvestasi tersebut, sangat penting bagi masyarakat untuk melakukan diversifikasi aset mereka, dan aset digital kripto merupakan salah satunya," terang Kai. 

Advertisement

Ditambahkan Kai, saat ini masyarakat Indonesia sudah sangat siap dengan perdagangan aset digital untuk investasi. Saat ini, ada lebih dari 1 juta masyarakat Indonesia yang sudah bergabung dalam perdagangan aset digital kripto, dan Tokocrypto sendiri telah memiliki anggota lebih dari 10.000 orang sejak kami resmi dapat diakses pada bulan Mei lalu.

"Pertumbuhan Tokocrypto yang cepat ini dapat menjadi bukti bahwa masyarakat Indonesia sangat antusias terhadap perdagangan aset digital kripto," imbuhnya.

Advertisement

Dijelaskan Kai, Tokocrypto melihat Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial. Pada tahun 2017, Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan internet tercepat di Asia Tenggara. Dan tingkat adopsi teknologi pun tergolong cepat. Hal ini terlihat dengan penggunaan perangkat mobile yang mencapai 126% dari jumlah populasi, dimana lebih dari 130 juta diantaranya adalah pengguna sosial media aktif dan internet.

Selain itu, tambahnya, pertumbuhan ekonomi  pun berjalan positif dalam beberapa tahun belakangan ini. Terlihat dengan perdapatan perkapita Indonesia yang pada 2017 lalu telah mencapai US$4,130, naik hampir dua kali lipat dibandungkan tahun 2008 yang pada saat itu baru mencapai US$2,877.

"Dengan terbukanya peluang komunikasi dan peraturan cryptocurrency di Indonesia dengan menjadikan crypto sebagai komuditas, membuat Indonesia menjadi pasar yang menjanjikan, bahkan menjadi blockchain hub di Asia Tenggara," terang Kai. 

Dikesempatan berbeda, Ketua HIPMI Jaya Afifuddin Suhaeli Kalla mengatakan, potensi cryptocurrency di Indonesia semakin besar. 

"Selain blockchain, tren teknologi yang sedang hangat-hangatnya diperbincangkan tahun ini adalah mata uang digital/kripto alias cryptocurrency. Di Indonesia sendiri, peminat cryptocurrency semakin banyak menjamur," ujarnya.

Menurutnya, besaran nilai dari mata uang digital ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Banyak yang beranggapan cryptocurrency bisa dijadikan lahan basah untuk berinvestasi digital. 

"Tingkat perkembangan cryptocurrency dari tahun ke tahun dinilai cukup signifikan. Perkembangan salah satu jenis cryptocurrency yang mempunyai nilai terbesar yaitu bitcoin, tidak hanya marak terjadi di luar negeri, namun juga mulai merambah ke tanah air," kata Afif.