INDUSTRY.co.id - Jakarta, Sebanyak 17 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027 di sejumlah daerah di Indonesia, mulai dari Aceh, Jawa Barat, Sulawesi Selatan hingga Maluku Utara.

Kehadiran sekolah tersebut ditandai dengan dimulainya pembelajaran bagi 1.360 siswa yang menjadi angkatan pertama SNT. 

Program ini dirancang sebagai salah satu upaya pemerintah untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan pemerataan mutu pendidikan di berbagai wilayah.

Untuk mendukung proses belajar mengajar, pemerintah telah menyiapkan 17 kepala sekolah serta 204 guru dan tenaga pendamping pembelajaran. 

Para pendidik tersebut akan mendampingi siswa tidak hanya dalam kegiatan akademik, tetapi juga dalam proses perkembangan dan pembentukan kompetensi mereka.

SNT juga didukung perangkat pembelajaran berbasis digital serta Learning Management System (LMS). 

Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat menghadirkan proses pembelajaran yang lebih interaktif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan di era digital.

Sekolah Nasional Terintegrasi dikembangkan sebagai sekolah terpadu yang modern dan gratis bagi siswa. 

Kehadirannya diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan layanan pendidikan yang berkualitas sekaligus mencetak sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan, pengembangan SNT merupakan bagian dari pelaksanaan arahan Presiden untuk memperkuat layanan pendidikan nasional.

“Sekolah Nasional Terintegrasi ini merupakan pelaksanaan dari arahan Bapak Presiden untuk kita memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dalam rangka membangun generasi dan sumber daya manusia Indonesia yang unggul,” ujar Abdul Mu'ti.

Dengan dukungan tenaga pendidik, sarana pembelajaran digital, dan sistem pendidikan yang terintegrasi, 17 SNT diharapkan menjadi model pemerataan layanan pendidikan yang mampu memberikan kesempatan belajar berkualitas bagi siswa di berbagai daerah.