INDUSTRY.co.id - Jakarta- Gempa berkekuatan 7,4 skala Richter  mengguncang Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) sore. Gempa tersebut mengakibatkan sedikitnya korban tewas 844 jiwa. Sedangkan korban luka berat mencapai 632 orang, hilang 90 orang dan 48.025 jiwa warga yang mengungsi dan tersebar di 103 titik.

Advertisement

Gubernur Sulteng Longki Djanggola sudah menerapkan masa tanggap darurat bencana di provinsi itu selama 14 hari berlaku sejak 28 September hingga 11 Oktober 2018. Daerah yang terdampak meliputi kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong.

Dari korban meninggal tersebut, 821 orang berasal dari Kota Palu (744 orang sudah teridentifikasi), 11 orang dari Donggala dan 12 orang dari Parigi Moutong.

Advertisement

Sementara itu seperti dilansir Antara, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB), dari 7 gardu listrik induk, 5 di antaranya padam dan hanya 2 unit gardu di Pamona dan Posko yang dapat menyuplai listrik ke Tentena dan Poso. PLN sudah membawa 8 genset untuk disebar di Palu dan Donggala, sedangkan untuk kebutuhan BBM, Pertamina sudah menerbangkan 4.000 liter solar dengan pesawat pada Senin (1/10).

Kondisi saat ini, listrik PLN dan SPBU masih padam, terjadi kebocoran pipa dan air tumpah, masih terjadi gempa susulan, jalan rusak, pasar dan toko tutup dan muncul likuifaksi atau lumpur dari bawah tanah dan menghanyutkan bangunan.

Advertisement

Selain warga setempat, ada juga 114 orang warga negara asing yang diketahui berada di Palu dan Donggala saat bencana, sebagian dari mereka sudah dievakuasi namun ada juga yang kondisinya belum diketahui.

Saat ini para pengungsi membutuhkan banyak tenda, matras, selimut, makanan, dan kebutuhan pokok lain. Pemerintah juga mengizinkan warga korban gempa mengambil barang di minimarket dan pemerintah yang akan membayarnya. Sedangkan untuk akses transportasi, pelabuban Pantoloan dan Donggala sudah operasional.

Advertisement

Polri sudah mencegah penjarahan dengan mendatangkan 1.000 orang personel ditambah pasukan TNI sebanyak 1.300 orang ke Palu. Sementara Kementerian Keuangan mencairkan dana RP560 miliar untuk penanganan gempa di wilayah Sulawesi Tengah tersebut.