Bisnis Batu Bara Masih Menjanjikan di Masa Mendatang

Oleh : Herry Barus | Minggu, 30 September 2018 - 11:02 WIB

Ilustrasi Tambang Batu Bara PT Bukit Asam Tbk
Ilustrasi Tambang Batu Bara PT Bukit Asam Tbk

INDUSTRY.co.id - Banda Aceh- Bisnis batu bara di Indonesia masih sangat menjanjikan karena barang tambang tersebut merupakan bahan bakar utama untuk pembangkit listrik kapasitas besar.

"Kalau di Eropa mungkin sudah mulai ditinggalkan batu bara, karena diganti dengan energi terbarukan, namun di Indonesia untuk 30 hingga 50 tahun ke depan masih dibutuhkan," kata Direktur Keuangan dan SDM PT Satria Bahana Sarana (Bukit Asam Grup), M Hatta di Banda Aceh, Sabtu (30/9/2018)

Berbicara pada seminar nasional "Pertambangan sebagai industri vital Indonesia", M Hatta menyatakan Indonesia masih banyak membutuhkan batu bara sebagai bahan bakar untuk pembangkit tenaga listrik.

"Program pemerintah membangun pembangkit listrik mencapai 35.000 MW sangat banyak membutuhkan batu bara," katanya.

Namun, ia menyampaikan untuk membangun industri batu bara memang banyak tantangan yang harus dihadapi, terutama isu sosial.

Ia menyatakan untuk mengatasi isu sosial banyak yang bisa dilakukan. Misalnya PT (Persero) Bukit Asam mengelola sekolah di sekitar pabrik mulai TK, SD, SMP, hingga SMK yang semuanya gratis dan memberi beasiswa bagi siswa terbaik.  Kemudian, lulusan SMK bisa dipekerjakan di PT Bakit Asam dan anak-anak perusahaannya, sehingga biaya perekrutan tenaga kerjanya murah.

"Jadi, sebenarnya CSR bukan lagi sebagai biaya, tapi investasi bagi perusahaan," katanya.

Selain itu, PT Bukit Asam akan mengembangkan kebun kelapa sawit seluas 8.000 hektare yang melibatkan masyarakat sekitar perusahaan.

"Dengan pengembangan kelapa sawit itu, PT Bukit Asam akan membangun industri bio disel," katanya.

Kemudian, yang lebih penting lagi, lanjut M Hatta, yang perlu dipikirkan adalah bagaimana setelah industri batu bara berakhir.

Ia mencontohkan di Sawah Lunto, Sumatera Barat. Industri batu bara di sana sudah tidak ada lagi, tapi daerah tersebut tetap hidup setelah dikembangkan menjadi daerah wisata dengan memanfaatkan peninggalan pabrik sebagai objek wisata.

Demikian juga di Tanjung Enim, PT Bukit Asam jauh-jauh hari sudah disiapkan, walaupun industri batu bara di daerah itu masih panjang.

Seminar yang digelar oleh Fakultas Teknik Jurusan Pertambangan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh itu menghadirkan beberapa pembicara, di antaranya Budi Antono (Dirut PT Dahana), Azizon Nursa (Manager CSR PT Mifa Bersaudara) (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pekerja Konstruksi

Senin, 30 Maret 2020 - 11:23 WIB

Hak-hak Pekerja Konstruksi Tetap Dijamin Ditengah Pandemi COVID-19

Instruksi tersebut sebagai bagian dari tindaklanjut arahan Presiden Joko Widodo pada 15 Maret 2020 terkait upaya pencegahan COVID-19 dan adanya penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh Kementerian…

Bekerja secara online mengasyikan saat Wabah Corona melanda

Senin, 30 Maret 2020 - 11:14 WIB

Sunfish HR dan GreatDay HR Dukung Karyawan Tetap Produktif dan Efisien di Rumah

Jakarta - Banyak perusahaan besar maupun kecil di seluruh dunia telah memulai skema kerja dari rumah untuk karyawan mereka. Hal ini penting dilakukan untuk memperlambat penyebaran Covid-19 dengan…

Jembatan Tumbang Samba

Senin, 30 Maret 2020 - 11:05 WIB

Progres Pembangunan Jembatan Tumbang Samba Kalimantan Tengah Capai 99 Persen

Progres pekerjaan saat ini telah mencapai 99% dan diharapkan akhir Maret 2020 akan seluruhnya tuntas.

Pengurus HKI periode 2016-2020-Foto-Industry.co.id

Senin, 30 Maret 2020 - 10:55 WIB

Ketua HKI Himbau Anggotanya Ambil Langkah Pencegahan Covid-19 di Kawasan Industri

Himpunan Kawasan Industri (HKI) menghimbau kepada para pengembang dan pengelola kawasan industri yang tergabung dalam HKI untuk mengambil langkah-langkah terkait kebijakan karantina wilayah…

Perdagangan saham di IDX (Rizki Meirino/Industry.co.id)

Senin, 30 Maret 2020 - 10:47 WIB

Pekan Lalu, Indeks Harga Saham Gabungan Naik 8,36 Persen

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sepanjang perdagangan pekan terakhir Maret 2020 (23 – 27 Maret 2020) naik 8,36 persen ke posisi 4.545,571 poin dibandingkan posisi pada akhir…