INDUSTRY.co.id - Jakarta, Perum Jamkrindo melalui Divisi Pemeringkatan UMKM dan Konsultasi Manajemen menggandeng Tujuh perguruan tinggi dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman Bersama dan Perjanjian Kerjasama tentang Pendataan dan Pemuktahiran Data Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), pada Selasa (28/11).
Sebagai bentuk sinergi antara industri penjaminan dengan akademisi perguruan tinggi untuk pendataan dan updating data UMKM guna mendukung pengelolaan database UMKM dalam rangka pemeringkatan UMKM dan pelaksanaan konsultasi manajemen kepada UMKM.
Tujuh Universitas tersebut yakni Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Hasanudin, Universitas Lambung Mangkurat, dan Universitas Indonesia (UKM Center UI) serta Universitas Syiah Kuala (UKM Center).
Sebelumnya, juga telah dilakukan Nota Kesepahaman Bersama dengan berbagai pihak pendukung seperti Bank Indonesia, Kementerian KUKM, Kementerian Dalam Negeri (Dukcapil), dan penandatanganan Perjanjian Kerjasama dengan perguruan tinggi seperti Universitas Brawijaya, Politeknik Negeri Malang.
Pendandatangan kerjasama ini ditandatangani oleh Dirut Perum Jamkrindo Diding S Anwar dan perwakilan dari tujuh universitas diantaranya yakni Rudi Siahaan dari LM UI, Ketua LPPM UNJ Ucu Cahyana, FEB Unpad/ ISEI Ina Primiana, Dekan FEB IPB Yusman Syaukat,Dekan FMIPA ITB Edy Baskoro, Dekan FEB Universitas Lambung Mangkurat M. Riza Firdaus, Dekan FE Universitas Hasanudin Gagaring Pagalung, Rektor UNJ Djaali dan Ketua UKM Centre Universitas Syiah Kuala Iskandar Madjid.
Selain itu juga hadir tamu undangan dari India yakni Shankar Cakraborti, Chief Executive Officer SMERA (Small & Medium Enterprises Rating Agency) sebuah lembaga pemeringkat UMKM di India yang telah banyak membantu UMKM di negara tersebut.
Dirut Perum Jamkrindo Diding S Anwar mengatakan, sebagai tindak lanjut arahan Otoritas Jasa Keuangan dan upaya Perum Jamkrindo dalam fokus mengembangkan UMKM nasional, maka Perum Jamkrindo telah membentuk Divisi Pemeringkatan UMKM dan Konsultasi Manajemen pada awal tahun 2016 sebagaimana diamanatkan UU No.1/2016 tentang Penjaminan serta PP No. 41/2008.
"Sampai saat ini, telah disusun metodologi pemeringkatan UMKM serta telah dilakukan kunjungan langsung kepada UMKM Terjamin Perum Jamkrindo. Kunjungan langsung kepada UMKM Terjamin ini merupakan bentuk updating data Terjamin, termasuk kegiatan pengendalian kredit Terjamin," kata Diding.
Diding mengatakan bahwa dalam sinergi tersebut, Perum Jamkrindo berperan menyusun panduan pendataan, pemutakhiran data UMKM, memberikan pelatihan teknis pendataan serta pemutakhiran data UMKM. Sementara universitas dalam hal ini menyediakan tenaga pelaksana (enumerator) dalam kegiataan pendataan dan updating data serta bersinergi dalam pelaksanaan konsultasi manajemen.
"Dengan adanya kerja sama ini kita harapkan akan ada pemutakhiran (updating) data UMKM sehingga akan memiliki basis data UMKM dan mendukung pengelolaan basis data UMKM dalam rangka Pemeringkatan UMKM," kata Diding.
Diding menyampaikan, UMKM Indonesia saat ini berjumlah sekitar 56,7 Juta unit usaha, yang dibina oleh sekitar 23 kementerian dan lembaga. Data dan informasi yang tersedia saat ini sangat beragam, tersebar dan kurang terkoordinasi dengan baik.
"Hal ini memerlukan upaya yang fokus untuk menghimpun database UMKM dengan lingkup nasional, dan dikelola dengan baik," katanya.
Diding menegaskan, kegiatan pembangunan database UMKM saat ini telah dilakukan di Perum Jamkrindo dengan memanfaatkan database Terjamin yakni ada sekitar 5 juta UMKM yang tercatat dari periode 2012-2015, yang meliputi Terjamin KUR maupun eksisting. Sementara yang sudah dilakukan penyusunan profil baru 200 UMKM di wilayah Jabodetabek yang masih diproses secara manual.
"Dengan adanya keterlibatan kalangan akademisi ini, maka Perum Jamkrindo sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang Penjaminan atas Kredit bagi Usaha Mikro, Usaha Kecil, Usaha Menengah dan Koperasi (UMKMK) akan memperoleh memperoleh data dasar UMKM sebagai panduan pendataan dan pelatihan teknis pendataan dan pemutakhiran data UMKM," katanya.
Bersamaan dengan ini, Diding menyampaikan bahwa pihaknya kedatangan tamu perwakilan dari lembaga pemeringkatan yaitu SMERA (Small & Medium Enterprises Rating Agency) dari India yang merupakan salah satu negara yang cukup menonjol di bidang pemeringkatan UMKM.
Selanjutnya untuk menambah pengetahuan, khususnya menggali pengalaman dan kompetensi SMERA dalam melakukan kegiatan pemeringkatan UMKM, Perum Jamkrindo bersama dengan SMERA menggelar workshop dengan tema “IT Database Dvelopment & Rating System for SMEs”.
Beberapa kerjasama International telah dilakukan antara lain dengan Korea, India dan Chile yaitu MOU dengan Korea (KODIT) tentang pengembangan layanan penjaminan kredit di Negara masing masing dan pertumbuhan UMKM, MoU dengan India antara lain dengan Credit Guarantee Fund Trust for Micro and Small Enterprises(CGTMSE) dan juga dengan National Credit Guarantee Trustee Company Ltd (NCGTC) MoU tentang Peningkatan Pengembangan Pelayanan Penjaminan Kredit dan Pengembangan UMKM serta sektor ekonomi lain di kedua negara.
Serta MoU Di Chile yaitu Jamkrindo dan FOGAPE (Perusahaan milik Pemerintah Chile) dan juga antara Asippindo dan ALIGA (Asosiasi Perusahaan Penjaminan Amerika Latin).
Kedua MoU ttg pertukaran knowledge, experience bid Penjaminan kredit serta pertukaran personil, informasi kredit, penjaminan dan UMKM. Kerjasama dengan Kodit terkait sharing product knowlegment melalui working grup senior manager level dan pada tahun tanggal 20 sd 23 Desember 2015 dilaksanakan di bali.
Tahun 2012 di Seoul dan Incheon,Masing2 institusi meminta 2 topik utama ke pihak tamu dan pihak tamu akan menambahkan 3 topik tambahan free information apa saja dan sebaliknya. Kerjasama dengan Fogape Chile dan Aliga Amerika Latin intinya sama seperti kerjasama dengan Kodit yaitu utk tukar menukar staf level dalam rangka pembelajaran di masing2 institusi.
Dalam kesempatan kali ini, juga mengundang Bank Indonesia, sebagai lembaga yang sejak 2009 telah melakukan kajian dan penelitian sehubungan pembentukan lembaga pemeringkatan di Indonesia, untuk juga hadir sebagai panelis dalam workshop dan memberikan pengalaman dan pandangannya sehubungan pembentukan lembaga pemeringkatan UMKM.
"Kami sangat mengharap agar kegiatan pada hari ini membawa manfaat, khususnya untuk Perum Jamkrindo, sehubungan rencana pembangunan database dan pemeringkatan UMKM. Lebih lanjut kegiatan ini juga dapat bermanfaat bagi segenap pemangku kepentingan yang nantinya akan mengambil manfaat dan bekerjasama dari produk database & Pemeringkatan Perum Jamkrindo," ujarnya.