LPDB Optimis Bisa Capai Target Penyaluran Dana Bergulir Rp 1,2 T

Oleh : Ahmad Fadli | Jumat, 14 September 2018 - 17:00 WIB

Direktur Utama LPDB KUMKM Braman Setyo (Dok: Industry.co.id)
Direktur Utama LPDB KUMKM Braman Setyo (Dok: Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menargetkan pada akhir bulan ini akan menggelontorkan dana bergulir bagi koperasi dan usaha kecil menengah (UKM).

Penyaluran dana dilakukan melalui mitra kerja Jamkrindo dan Jamkrida serta enam lembaga financial technology ( fintech) yang sudah bekerja sama dengan LPDB-KUMKM.

“Akhir bulan ini akan ada penyaluran dana dalam jumlah besar," kata Dirut LPDB-KUMKM Braman Setyo, pada sosialisasi dan bimbingan teknis program inklusif LPDB-KUMKM, di Surabaya.

Menurut Braman Setyo, penyaluran ini akan dilakukan secara besar-besaran setelah pihaknya melakukan moratorium penyaluran dana bergulir selama lebih dari setengah tahun.

"Kami sengaja melakukan moratorium penyaluran dana untuk memverifikasi data yang ada, sekalian mengikuti Permenkop Nomor 8 tahun 2018 yang mempermudah akses permodalan ke LPDB-KUMKM," kata Braman.

Ia menambahkan, moratorium penyaluran dana dilakukan sebagai upaya agar tidak terjadi kesalahan dalam penyaluran sekaligus membenahi semua aspeknya.

“Terus terang kita trauma dengan masalah hukum yang muncul, karena itu kita sangat berhati-hati," katanya.

Dampak yang diambil dari moratorium itu, lanjutnya, memang angka penyaluran menjadi kecil. Tetapi itu bisa ditutup dengan pola baru yang lebih profesional. Termasuk dengan adanya kerjasama dengan pihak ketiga.

Braman menambahkan, pada minggu-minggu ini Jamkrindo dan Jamkrida sudah memiliki data koperasi dan UKM yang sudah diverifikasi dan layak menerima dana bergulir.

Selain itu, tambahnya, enam lembaga fintech juga sudah siap menyalurkan dana bergulir masing-masing maksimal Rp 1 miliar.

Optimisme penyaluran dana bergulir sebesar Rp 1,2 triliun hingga akhir tahun ini, menurut Braman Setyo, juga karena adanya Permen Koperasi dan UKM No 8/2018.

Dalam peraturan itu, setidaknya ada tiga persyaratan yang ditiadakan atau dihilangkan bagi koperasi yang akan mengajukan pinjaman. Yaitu, keharusan memiliki nomor induk koperasi (NIK), sertifikat kompetensi bagi manajer koperasi, dan penilaian kesehatan.

"Ketiga syarat itu sangat memberatkan, tapi kalau koperasi bisa menunjukkan ketiga itu atau memiliki, akan menjadi poin yang mempermudah disetujuinya pinjaman yang diajukan," kata Braman.

LPDB-KUMKM mensyaratkan ada 11 dokumen yang harus dilampirkan dalam setiap pengajuan pinjaman. Di antaranya: daftar kebutuhan, akta pendirian koperasi, laporan rapat anggota tahunan (RAT), laporan keuangan, surat izin usaha, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), dan bukti status kantor.

"Kami optimis, target penyaluran dana akan tercapai," kata Braman menegaskan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Rabu, 24 Juli 2019 - 07:47 WIB

Hari Ini IHSG Diwarnai Aksi Jual

Jakarta -Pergerakan IHSG secara teknikal mengkonfirmasi pola dark cloud cover dengan melemah menguji support moving Average 20 hari dan lower bollinger bands. Indikator Stochastic dan RSI pun…

DSC|X Gelar Roadshow di Jakarta (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Rabu, 24 Juli 2019 - 07:20 WIB

Jadi Episentrum Wirausaha Muda dan Industri Kreatif, DSC|X Gelar Roadshow di Jakarta

Ajang yang hingga kini meraih antusiasme tinggi kepesertaan dari para wirausahawan muda nasional sejak dibuka pendaftarannya secara daring pada 15 Mei lalu dihelat di Estubizi Business Center,…

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja (Foto Ist)

Rabu, 24 Juli 2019 - 07:00 WIB

Euromoney Nobatkan BCA sebagai Bank Terbaik

Kinerja, pencapaian, dan transformasi layanan perbankan yang dilakukan BCA menuai pengakuan hingga ke kancah internasional. Melalui ajang Euromoney Awards for Excellence 2019, PT Bank Central…

PT Jasa Marga

Rabu, 24 Juli 2019 - 07:00 WIB

Semester I 2019, Jasa Marga Catat EBITDA Sebesar Rp 3,34 Triliun

Pada Semester I Tahun 2019, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. berhasil mencatat EBITDA sebesar Rp3,34 triliun, tumbuh sebesar 15,4% dibandingkan dengan Semester I tahun lalu. Jasa Marga pada periode…

 Cabai di Pasar

Rabu, 24 Juli 2019 - 06:58 WIB

Program Simantri Sukses Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Manggarai - Pelbagai upaya dilakukan Kementerian Pertanian guna meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satunya SIMANTRI. SIMANTRI adalah Kegiatan Sistem Manajemen Pertanian Terintegrasi yang…