INDUSTRY.co.id -

Advertisement

Jakarta - Pasar keuangan Indonesia terus merasakan ketegangan dari kegiatan jual-beli di pasar negara berkembang, meskipun kondisi domestik dapat ditaklukan. Dua poin sulit yang masih bertahan, walaupun sulitnya kegiatan jual-beli lebih tinggi daripada keseimbangan eksternal atau fundamental.

"Terhadap nilai dolar, Rupiah melemah ke posisi terendah selama dua dekade. Imbal hasil obligasi 10Y telah diuji lebih dari 8% Pemerintah melakukan intervensi reguler, membantu memperhalus dampak penurunan Rupiah dan menjaga volatilitas tetap terjaga," ujar Radhika Rao Economist DBS di Jakarta, Jumat (7/9/2018).

Advertisement

Ia katakan, di tengah penurunan regional, hal ini merupakan tantangan untuk membalikkan keadaan. Dengan liberalisasi harga bahan bakar minyak tertunda, pertahanan kebijakan dan langkah-langkahmacro-prudentialbertujuan untuk mendukung mata uang dan mempersempit defisit transaksi berjalan.

"Dalam langkah terakhir, BI memperluas kumpulan alat lindung nilai, di antara langkah-langkah lain untuk melindungi eksportir dan korporasi. Sentimen perlu ditingkatkan agar kurs IDR stabil," katanya.

Advertisement