INDUSTRY.co.id - Jakarta - Di tengah kekhawatiran akan terjadinya perang dagang AS dengan para mitra dagangnya, terutama Tiongkok, pergerakan sejumlah harga obligasi Tiongkok cenderung menguat.

Advertisement

Analis Pasar Modal Reza Priyambada mengatakan, pelaku pasar merespon positif kenaikan consumer sentiment di AS namun, juga merespon negatif komentar Preiden Trump yang akan kembali mengenakan tarif impor terhadap sejumlah barang Tiongkok. Di sisi lain, meski pergerakan pasar obligasi masih terimbas pelemahan Rupiah namun, diharapkan dapat lebih berkurang seiring dengan imbas kenaikan sejumlah harga obligasi AS.

"Diharapkan kondisi tersebut dapat berimbas pada pergerakan imbal hasil obligasi dalam negeri untuk ikut bergerak turun sehingga juga berimbas pada kembali meningkatnya harga obligasi. Tetap cermati dan waspadai terhadap potensi pelemahan kembali," kata dia di Jakarta, Selasa (4/8/2018).

Advertisement

Sebelumnya, pergerakan Rupiah yang kembali terdepresiasi cukup dalam membuat laju pasar obligasi kembali melemah. Pelaku pasar tampak panik dimana cenderung melakukan aksi jual sehingga berimbas pada meningkatnya imbal hasil obligasi dalam negeri. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata naik 6,37 bps; tenor menengah (5-7 tahun) naik 12,99 bps; dan panjang (8-30 tahun) naik 4,67 bps.

Laju pasar obligasi cenderung kembali melemah. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo ±5 tahun dengan harga 91,26% memiliki imbal hasil 7,88% atau naik 0,12 bps dari sebelumnya di harga 91,69% memiliki imbal hasil 7,761%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo ±20 tahun dengan harga 89,93% memiliki imbal hasil 8,57% atau naik 0,12 bps dari sehari sebelumnya di harga 91,00% memiliki imbal hasil 8,44%.

Advertisement

Pada Jumat (31/8), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price turun 0,73 bps di level 109,47 dari sebelumnya di level 109,27. Adapun, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun 0,29 bps di level 105,75 dari sebelumnya di level 105,06. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 8,18% dari sebelumnya di level 8,00% dan US Govn’t bond 10Yr di level 2,860% dari sebelumnya di level 2,86% sehingga spread di level kisaran 532,0 bps lebih tinggi dari sebelumnya 514,4 bps.

Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya cenderung meningkat. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak di kisaran level 9,89%-9,96%. Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,20%-10,25%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 11,55%-11,60%, dan pada rating BBB di kisaran 14,02%-14,04%.

Advertisement