INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bakal bergerak di kisaran 5.900-6.200 di perdagangan pekan ini (13-16 Agustus 2018) setelah mengalami penurunan 0,2% pada akhir pekan lalu ke posisi 6.077.

Advertisement

“Grafik mingguan IHSG sejak Juli 2018 lalu telah menunjukkan terjadinya peningkatan pergerakan dai posisi 5.500 ke level tertinggi 6.110. Itu artinya IHSG telah menguat lebih dari 10%,” ujar Yuganur Wijanarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia, di Jakarta, Minggu (12/08/2018).

Karena itu, demikian Yuganur, jika IHSG kembali mengalami koreksi minor dan bergerak ke kisaran 5.992-5.900, itu adalah hal yang wajar. Kisaran itu juga menjadi titik support indeks pada kisaran perdagangan mingguan yang terbentuk pada kisaran 5.900-6.200.

Advertisement

Di samping itu, menurut Yuganur, Agustus adalah periode awal semester kedua dimana sudah banyak emiten yang mempublikasikan kinerja bisnis mereka. Yuganur menilai, sentimen investor di pasar saham terkait erat dengan capital gain dan dividen.

Yuganur menjelaskan, periode pembagian dividen akan berakhir sebelum akhir Agustus ini. Adapun laporan keuangan emiten tengah tahunan dapat dijadikan acuan untuk melihat kinerja bisnsi perusahaan secara selama setahun penuh.

Advertisement

Yuganur mengungkapkan, seiring dengan penjelasan tersebut, maka koreksi wajar yang terjadi pada IHSG diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para investor untuk mengakumulasi saham-saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP). (Abraham Sihombing)

 

Advertisement