Kenaikan Harga Kedelai dan Depresiasi Ringgit Malaysia Angkat Harga Jual CPO

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 01 Agustus 2018 - 19:08 WIB

Kebun Kelapa Sawit (Ist)
Kebun Kelapa Sawit (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Malaysia pada perdagangan Rabu (01/08/2018) dibuka sebesar RM2.197 per ton. Harga komoditas sawit tersebut bergerak di antara rentang RM2.190-2.202 per ton.

Itu terjadi setelah harga CPO Malaysia pada perdagangan Selasa (31/07/2018) kemarin ditutup pada level RM2.194 per ton, dimana pergerakan harganya berkisar RM2.176-2.204 per ton.

“Kenaikan harga CPO perdagangan Selasa kemarin terjadi setelah mengalami penurunan terendah dalam satu pekan terakhir ini. Penguatan harga komoditas sawit tersebut ditopang oleh kenaikan harga kedelai Amerika Serikat (AS) dan depersiasi kurs Ringgit Malaysia (RM) sebesar 0,2% menjadi RM4,0630 per dolar AS,” papar Arie Nurhadi, analis riset PT Monex Investindo Futures, di Jakarta, Rabu (01/08/2018).

Pada akhir perdagangan kemarin, harga kontrak penjualan CPO untuk pengiriman Oktober 2018 di Malaysia Derivatives Exchange naik 0,1% ke posisi RM2.194 per ton. Sebelumnya harga kontrak tersebut sempat turun hingga menyentuh level terendah RM2.176 per ton, yaitu level harga terendah sejak 25 Juli 2018.

Arie mengungkapkan, ekspor CPO Malaysia dalam tiga bulan terakhir ini sedang dalam tren penuruan. Harga CPO diharapkan menguat karena ekspor pada periode 1-25 Juli 2018 naik hampir 5% dibandingkan periode yang sama pada Juni 2018.

Akan tetapi, demikian Arie, kenaikan harga CPO Malaysia tersebut tidak berlangsung lama. Pasalnya, sebagian besar kenaikan harga tersebut berasal dari pengiriman ekspor CPO Malaysia ke Afrika, yang notabene bukan pembeli CPO reguler dan senantiasa dalam volume besar. Volume ekspor CPO ke Afrika tersebut jauh lebih rendah ketimbang dikirim ke India dan Uni Eropa.

Seperti diketahui, pengenaan pajak impor yang tinggi, melimpahnya persediaan CPO Malaysia ditambah depresiasi Ringgit Malaysia telah mengubah prospek ekspor pasar CPO secara keseluruhan dalam tiga bulan terakhir ini.

Adapun data fundamental yang berpotensi mempengaruhi laju pergerakan harga CPO Malaysia selanjutnya adalah publikasi data yang dilakukan oleh Malaysian Palm Oil Board (MPOB) pada 10 Agustus 2018 mendatang. (Abraham Sihombing)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Komandan Puspom TNI Sampaikan Kronologis Kasus Pembunuhan Anggota TNI

Jumat, 03 Juli 2020 - 05:30 WIB

Berikut Kronologis Kasus Pembunuhan Anggota TNI

Komandan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI Mayjen TNI Eddy Rate Muis, S.H., M.H. memberikan keterangan pers kepada awak media terkait pembunuhan anggota TNI yang dilakukan oleh oknum Perwira…

Danrem Merauke Gunakan Panser Anoa Kunjungi Mapolres Timika

Jumat, 03 Juli 2020 - 05:00 WIB

Danrem Merauke Gunakan Panser Anoa Kunjungi Mapolres Timika

Komandan Korem 174/Anim Ti Waninggap (Danrem 174/ATW) Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko menggunakan Panser Anoa milik Detasemen Kavaleri 3/Serigala Ceta dalam rangka menghadiri HUT Bhayangkara…

Pasukan Garuda Kongo Gelar Latihan Batalyon Mobile Reserve di Blue Line

Jumat, 03 Juli 2020 - 05:00 WIB

Pasukan Garuda Kongo Gelar Latihan Batalyon Mobile Reserve di Blue Line

Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Batalyon Mekanis (Yonmek) TNI Konga XXIII-N/UNIFIL atau Indobatt menggelar latihan kesiapsiagaan Batalyon Mobile Reserve (BMR) dari Kompi Delta secara…

Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono,M.Tr (Han)

Jumat, 03 Juli 2020 - 04:30 WIB

Dankormar Dukung Prajurit Marinir Ikuti Kemajuan Teknologi

- “Kalian harus terus mengisi dan mengembangkan diri dengan ilmu serta mampu mengikuti perkembangan teknologi saat ini dan yang akan datang”, ucap Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor…

Ketua Umum Apindo Haryadi Sukamdani

Jumat, 03 Juli 2020 - 04:30 WIB

Bisnis Pontang-panting, Pengusaha Butuh Stimulus Modal Kerja Rp 600 Triliun

"Kami hitung bersama dengan Kadin untuk sektor tekstil, transportasi, dan sektor manufaktur lainnya itu membutuhkan bantuan modal usaha sebesar Rp 600 triliun untuk setahun,"