INDUSTRY.co.id - Jakarta, Melimpahnya limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) di Indonesia masih menjadi tantangan dalam pengelolaan lingkungan. Menjawab persoalan tersebut, tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi pirolisis untuk mengonversi limbah biomassa menjadi produk bernilai tambah yang berpotensi mendukung ketahanan energi nasional.

Ketua Tim Riset Pirolisis Minyak Biomassa dari Pusat Riset Kimia Molekuler BRIN, Dieni Mansur, mengatakan pemanfaatan limbah biomassa sebagai sumber energi dan bahan kimia berbasis hayati merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

"Minyak pirolisis digunakan untuk mendukung diversifikasi bahan bakar di Indonesia. Di sisi lain, tandan kosong kelapa sawit merupakan limbah yang jumlahnya sangat besar sehingga perlu ditanggulangi secara optimal," ujar Dieni, Kamis (25/6).

Menurutnya, proses pirolisis dapat dilakukan melalui metode pemanasan lambat, cepat, maupun sangat cepat. Saat ini, fasilitas reaktor yang dimiliki BRIN mampu mengolah tandan kosong kelapa sawit melalui pirolisis lambat dengan waktu proses sekitar dua hingga empat jam.

Melalui proses tersebut dihasilkan tiga produk utama, yakni asap cair, minyak biomassa (bio-oil), dan arang hayati (bio-char). Ketiga produk tersebut memiliki potensi pemanfaatan yang luas, baik di sektor energi maupun industri.

Asap cair, misalnya, dapat diformulasikan sebagai pelapis alami untuk memperpanjang masa simpan buah-buahan. Bahkan, produk tersebut juga berpotensi dikembangkan menjadi material berbentuk film yang dapat membantu proses penyembuhan luka pada rongga mulut.

Sementara itu, minyak biomassa dan asap cair hasil pirolisis mengandung berbagai senyawa organik, seperti fenol, asam asetat, keton, dan metanol yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri kimia.

Dieni menjelaskan, saat ini minyak biomassa dari tandan kosong kelapa sawit telah dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar boiler industri. Meski belum dapat digunakan sebagai bahan bakar tunggal kendaraan bermotor, bio-oil tersebut memiliki potensi sebagai bahan aditif untuk bahan bakar cair, termasuk bensin.

"Saat ini, minyak biomassa dari tandan kosong kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar boiler industri. Meskipun belum dapat digunakan secara langsung sebagai bahan bakar tunggal kendaraan bermotor, minyak biomassa mengandung senyawa kimia yang berpotensi sebagai aditif untuk bahan bakar cair seperti bensin," jelasnya.

Ia menambahkan, penelitian tersebut menawarkan solusi terhadap dua tantangan sekaligus, yakni pengelolaan limbah pertanian dan penyediaan energi terbarukan. Dengan mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomi, pendekatan tersebut juga mendukung penerapan ekonomi sirkular yang lebih efisien dan berkelanjutan.

"Ke depannya, kami berharap pirolisis tandan kosong kelapa sawit dapat membantu mengatasi permasalahan limbah sawit sekaligus menjadi salah satu alternatif diversifikasi energi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri," kata Dieni.

Pengembangan teknologi pirolisis biomassa oleh BRIN menunjukkan bahwa limbah pertanian tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber daya strategis dalam mendukung transisi menuju ekonomi hijau serta memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan sumber daya lokal.