INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pergerakan IHSG secara teknikal bergerak pulled back upper bollinger bands dengan dead-cross yang terlihat pada indikator Stochastic diarea jenuh beli. Pergerakan IHSG akan lebih mengarah pada pembalikan arah trend menuju bearish menguji support MA50 hingga lower bolinger bands setelah pulled back dari level psikologis 6000.

Advertisement

"Sehingga diperkirakan IHSG masih rentan akan koreksi meskipun terbatas dengan rentan pergerakan 5842-5966," ujar.

Saham-saham BDMN, SCMA, TKIM, TRAM, JSMR, TLKM.

Advertisement


Mayoritas ekuitas Asia ditutup melemah terkonsolidasi. Indeks Nikkei (+0.04%) dan CSI (+0.07%) ditutup menguat terkonsolidasi setelah dibuka pesimis sedangkan Indeks Topix (-0.84%) dan HangSeng (-0.52%) tetap bergerak melemah lebih dari setengah persen. BOJ berjanji untuk menjaga kebijakan moneter pada pelonggaran yang luas seperti suku bunga yang akan tetap rendah untuk periode waktu panjang.

IHSG (-1.52%) bergerak melemah cukup signifikan -91.49 poin kembali dibawah level psikologis 5936.44 setelah dibatalkannya pelonggaran pada kebijakan DMO batubara oleh pemerintah hingga kekhawatiran mengenai proyek infrastruktur yang ditahan. Sektor infrstruktur (-4.82%) dan Pertambangan (-2.72%) menjadi pemimpin pelemahan pada indeks sektoral IHSG. Investor asing tercatat net buy 269.05 Miliar rupiah dengan aksi jual bersih 210.31 Miliar rupiah pada papan reguler dan aksi beli bersih 479.37 miliar rupiah pada negosiasi.

Advertisement

Eurostoxx (+0.25%), FTSE (+0.23%), DAX (-0.08%) dan CAC (+0.04%) ditutup terkonsolidasi terbayangi mayoritas indeks Asia yang melemah cukup signifikan. Sebagian besar komoditas jatuh setelah pengukur pabrik resmi China turun pada Juli, dengan pertumbuhan kredit yang lebih lambat tahun ini yang menghambat permintaan dan pengenaan putaran pertama tarif AS. Investor masih terfokus pada hasil keputusan bank sentral.

Advertisement