INDUSTRY.co.id -
Jakarta - Pefindo menegaskan peringkat perusahaan "idA+" PT Bank Bukopin Tbk, sementara prospeknya direvisi menjadi "negatif" dari "stabil".
Analis Kresna D Armand dan Danan Dito mengungkapkan, Pefindo juga telah menegaskan peringkat obligasi Smsubordinasi berkelanjutan I tahun 2012 pada "idA" dan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Tahun 2015 pada "aaA-".
"Prospek negatif mencerminkan kemungkinan penurunan lebih jauh dari kualitas aset dan profil permodalan Bank," katanya.
Berdasarkan laporan keuangan pada 31 Desember 2017 (FY2017) dan 31 Maret 2018 (1Q2018), Bank mengalami kondisi kredit macet dan kredit dalam perhatian khusus yang tinggi. Rasio kecukupan modalnya juga turun menjadi di bawah 12% pada 2017 dan kuartal I 2018, dan saat ini Bank telah memiliki rencana untuk mengatasi masalah permodalan termasuk di antaranya dengan melakukan rights issue.
"Manajemen Bank telah menangani situasi ini dengan memperkuat kebijakan manajemen risiko dan V usaha-usaha pemulihan aset," katanya.
Pefindo memiliki pandangan bahwa usaha-usaha ini akan tetap dihadapkan pada kondisi makroekenomi yang kurang mendukung dan tantangan dalam menyelesaikan kredit macet lamanya yang besar.
"Kami juga melihat bahwa penurunan kualitas aset juga sebagian dipengaruhi oleh pencabutan relaksasi klasifikasi kualitas aset," katanya.
Lebih lanjut, ia bilang, peringkat dapat diturunkan apabila Bank tidak dapat menyelesaikan masalah kualitas aset dan permodalannya secara tepat waktu dan berkelanjutan sesuai rencana. Di sisi lain, prospek peringkat dapat direvisi kembali menjadi stabil" apabila Bank dapat menunjukkan perbaikan berkelanjutan atas kualitas asetnya, terutama dalam menyelesaikan kredit macet lamanya yang besar.